SUKABUMI — republiknews.com – Pekerjaan rehabilitasi sarana pendidikan di lima sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sukabumi telah berhasil dituntaskan hingga memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara pekerjaan.
Kelima sekolah tersebut yakni SDN Buniwangi Kecamatan Palabuhanratu, SDN Gadog Kecamatan Cikakak, SDN Gobang Kecamatan Palabuhanratu, SDN Cidadap Kecamatan Simpenan, serta SDN Cikadu Kecamatan Palabuhanratu.
Penyelesaian pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Sebagai pelaksana pekerjaan, Ajiz Muslim, yang akrab disapa Habib, dinilai mampu menyelesaikan tahapan pekerjaan secara terukur hingga mencapai progres akhir dan proses PHO.
Dalam pelaksanaan konstruksi, PHO bukan sekadar seremoni serah terima. Tahapan ini merupakan bagian penting dari proses pengendalian pekerjaan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap hasil pelaksanaan di lapangan, kesesuaian volume pekerjaan, kualitas material, mutu hasil pekerjaan, serta pemenuhan item pekerjaan sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak.
Kinerja pelaksana menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target. Koordinasi antara pelaksana, pengawas, dan pihak sekolah juga diperlukan agar setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan secara efektif tanpa mengabaikan aspek mutu dan spesifikasi teknis.
Ajiz Muslim (Habib) dalam pelaksanaan pekerjaannya berupaya mengedepankan ketelitian, tanggung jawab, serta komitmen terhadap kualitas. Penyelesaian pekerjaan hingga tahap PHO menunjukkan bahwa seluruh tahapan utama pekerjaan telah dilalui dan hasil pekerjaan selanjutnya memasuki periode pemeliharaan sesuai ketentuan kontrak.
Bagi dunia pendidikan, hasil rehabilitasi tersebut bukan hanya menyangkut perubahan fisik bangunan. Lebih dari itu, peningkatan kualitas ruang kelas merupakan investasi terhadap lingkungan belajar yang secara langsung digunakan oleh siswa dan guru setiap hari.
Ruang kelas yang sebelumnya membutuhkan penanganan kini diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal. Dengan kondisi bangunan yang lebih baik, kegiatan belajar mengajar diharapkan berlangsung lebih nyaman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang representatif.
Penyelesaian lima paket pekerjaan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pelaksanaan pembangunan tidak hanya dituntut selesai secara administratif, tetapi juga harus memperhatikan ketepatan volume, kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, serta fungsi bangunan setelah pekerjaan selesai.
Setelah PHO dilaksanakan, perhatian selanjutnya diarahkan pada masa pemeliharaan. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan hasil pekerjaan tetap terjaga dan apabila ditemukan kekurangan yang menjadi tanggung jawab pelaksana, dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan pendekatan kerja yang mengedepankan profesionalitas, ketelitian, dan tanggung jawab, Ajiz Muslim (Habib) menempatkan penyelesaian pekerjaan bukan semata sebagai target akhir proyek, melainkan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan hasil pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi.
*(Budi AF)




















