MANADO. Kebutuhan dunia kerja yang semakin global mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat kompetensi internasional, kemampuan beradaptasi, komunikasi lintas budaya, serta pengalaman belajar mahasiswa di luar lingkungan kampusnya.
Semangat tersebut menjadi salah satu warna dalam pertemuan daring antara Universitas Katolik De La Salle Manado dan Taiwan Adventist College (TAC) yang digelar melalui Zoom pada Selasa, 22 September 2026.
Pertemuan bertajuk Global Learning Partnership itu menjadi tahap awal bagi kedua institusi untuk saling mengenal sekaligus menjajaki kemungkinan kerja sama pendidikan internasional, termasuk peluang student exchange selama satu semester, pengembangan kualitas lulusan, serta pembukaan akses yang lebih luas terhadap pengalaman pendidikan global.
Universitas Katolik De La Salle Manado diwakili oleh Dr. Stevanus Ngenget, S.S., M.A., Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Kerja Sama. Dari Taiwan Adventist College hadir Qingwei, Vice President for Academic Affairs, serta Susy Wang, Head of Bilingual Business Department.
Dr. Stevanus Ngenget menyambut baik komunikasi awal yang dibangun antara kedua institusi. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting untuk membangun hubungan kelembagaan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami senang bisa bersilaturahmi dan saling mengenal. Semoga pertemuan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ujar Stevanus.
Kampus Dituntut Menyiapkan Kompetensi Lebih dari Sekadar Ijazah
Perubahan kebutuhan industri membuat perguruan tinggi menghadapi tantangan baru. Lulusan kini tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan sesuai bidang studi, tetapi juga keterampilan komunikasi, kemampuan bekerja dalam lingkungan multikultural, literasi digital, kemampuan memecahkan masalah, serta perspektif internasional.
Karena itu, kolaborasi lintas negara dapat menjadi salah satu instrumen bagi perguruan tinggi untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada mahasiswa.
Bagi orang tua, perkembangan tersebut juga menjadi pertimbangan penting dalam memilih pendidikan bagi anak. Pendidikan tinggi semakin dipandang bukan hanya sebagai proses memperoleh gelar, tetapi sebagai investasi untuk membangun kompetensi, jaringan, pengalaman internasional, serta kesiapan menghadapi persaingan dunia kerja.
Kerja sama antara kampus di Manado dan institusi pendidikan di Taiwan berpotensi menghadirkan pilihan pendidikan tambahan bagi mahasiswa tanpa harus sepenuhnya menjalani pendidikan tinggi di luar negeri.
Program pertukaran selama satu semester, misalnya, dapat memberikan pengalaman akademik dan budaya internasional sekaligus memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan pendidikan dan kehidupan yang berbeda.
Taiwan Adventist College Dorong Perluasan Jejaring Internasional
Dalam pertemuan tersebut, Qingwei mengapresiasi kesempatan membangun komunikasi dengan Universitas Katolik De La Salle Manado.
Ia berharap penjajakan tersebut dapat berkembang menjadi kolaborasi akademik yang lebih konkret, sekaligus memperluas jaringan internasional Taiwan Adventist College.
“Kami berterima kasih atas kesempatan untuk bertemu dan membangun komunikasi ini. Kami berharap ini dapat menjadi awal kolaborasi yang penting. Setelah membangun kerja sama dengan universitas di Amerika, kami melihat peluang untuk mengembangkan hubungan akademik dengan institusi pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Susy Wang menilai kolaborasi antarperguruan tinggi juga dapat memberikan perspektif baru dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum.
“Pertemuan ini dapat membuka perspektif baru dalam membangun kurikulum berbasis internasional yang dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi,” kata Susy.
Menurutnya, pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara dapat membantu institusi memahami kebutuhan pendidikan dari perspektif yang lebih luas, termasuk bagaimana kurikulum dapat disesuaikan dengan dinamika bisnis dan lingkungan kerja internasional.
Relevan dengan Penguatan SDM Sulawesi Utara
Kolaborasi pendidikan internasional juga memiliki relevansi dengan upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Sulawesi Utara.
Di tengah meningkatnya konektivitas ekonomi dan mobilitas tenaga kerja, kemampuan berbahasa asing, pemahaman lintas budaya, kemampuan menggunakan teknologi, serta pengalaman internasional menjadi nilai tambah bagi generasi muda.
Karena itu, pengembangan jejaring perguruan tinggi di Sulawesi Utara dengan institusi pendidikan luar negeri dapat berkontribusi terhadap ekosistem pembangunan SDM daerah.
Bagi pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan, semakin terbukanya akses mahasiswa terhadap program internasional juga dapat mendukung terciptanya lulusan yang memiliki kapasitas untuk berkompetisi tidak hanya pada pasar kerja lokal dan nasional, tetapi juga pada lingkungan kerja regional dan global.
Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi Konkret
Pertemuan 22 September tersebut masih merupakan tahap penjajakan. Namun, komunikasi awal ini membuka berbagai kemungkinan kerja sama, mulai dari student exchange, pengembangan kurikulum, kegiatan akademik bersama, pertukaran pengalaman dosen hingga penguatan kompetensi global mahasiswa.
Langkah berikutnya akan sangat menentukan bagaimana gagasan yang dibahas dapat diterjemahkan menjadi program yang terstruktur dan memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa serta kedua institusi.
Di tengah perubahan dunia pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja yang bergerak cepat, pertemuan Universitas Katolik De La Salle Manado dan Taiwan Adventist College menunjukkan bahwa kampus di Sulawesi Utara memiliki ruang untuk semakin terhubung dengan jaringan pendidikan internasional.
Kolaborasi tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang menghubungkan Manado dan Taiwan, tetapi tentang membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang relevan, pengalaman yang lebih luas, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja masa depan.




















