10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
InternasionalKota ManadoPendidikan

FEB UNSRAT–Taiwan Adventist College Buka Jalur Global

×

FEB UNSRAT–Taiwan Adventist College Buka Jalur Global

Sebarkan artikel ini

Student Exchange hingga Magang Internasional di Taiwan Connecting Manado & Taiwan Through Global Education: Study • Internship • Global Experience

MANADO, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi (FEB UNSRAT) mulai membuka babak baru dalam pengembangan jejaring pendidikan internasional.

Melalui pertemuan daring bersama Taiwan Adventist College (TAC), kedua institusi menjajaki peluang kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada pertukaran mahasiswa, tetapi juga pembelajaran bahasa, mobilitas akademik, program magang, hingga pengalaman bisnis internasional di Taiwan.

Pertemuan melalui Zoom tersebut menjadi langkah awal untuk menemukan kebutuhan dan potensi yang dapat dipertemukan antara kedua institusi.

Semangat kolaborasi dirangkum dalam tema “Connecting Manado & Taiwan Through Global Education: Study • Internship • Global Experience.”

Dari FEB UNSRAT, pertemuan dihadiri jajaran pimpinan fakultas, yakni Dr. Victor P. K. Lengkong, S.E., M.Si., Dekan FEB; Lawren Julio Rumokoy, S.E., M.M., Ph.D., Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerja Sama; Dr. Maryam Mangantar, S.E., M.Si., Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Umum; serta Willem J.F. Alfa Tumbuan, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, bersama tim FEB UNSRAT.

Taiwan Adventist College antara lain diwakili oleh Susy Wang, Ph.D., Department Head of Christian Leadership & Business School, bersama tim dari TAC.

Bukan Hanya Student Exchange
Dialog awal tersebut membahas kemungkinan pengembangan student exchange, program belajar jangka pendek maupun satu semester, serta kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin dalam lingkungan internasional.

Namun pembicaraan tidak berhenti pada kegiatan akademik di ruang kelas.
Salah satu peluang strategis yang turut dibahas adalah pengembangan program internship atau magang internasional di Taiwan.

Skema tersebut nantinya akan dijajaki lebih lanjut agar dapat disesuaikan dengan bidang studi, capaian pembelajaran, kesiapan mahasiswa, serta mitra institusi atau dunia usaha yang relevan.

Bagi mahasiswa FEB, program magang internasional memiliki nilai penting karena memungkinkan mereka melihat secara langsung bagaimana teori ekonomi dan bisnis diterapkan dalam lingkungan kerja yang berbeda.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkenalkan mahasiswa pada budaya organisasi, komunikasi profesional lintas budaya, disiplin kerja, pemecahan masalah, hingga dinamika bisnis internasional.

Dengan demikian, kerja sama yang sedang dirintis memiliki arah yang lebih luas: menghubungkan academic knowledge dengan workplace experience.

Menghubungkan Kampus dengan Dunia Kerja Global
Bagi pendidikan bisnis,internasionalisasi tidak cukup hanya ditandai oleh kerja sama antar universitas

Nilai strategisnya justru terletak pada seberapa jauh kerja sama tersebut dapat menghasilkan pengalaman nyata bagi mahasiswa.

Karena itu, kombinasi study, language learning, internship, dan cross-cultural experience menjadi salah satu arah yang menarik untuk dikembangkan FEB UNSRAT dan TAC.

Mahasiswa tidak hanya memiliki kesempatan belajar di lingkungan berbeda, tetapi juga dapat memperoleh pemahaman mengenai budaya Taiwan, memperluas jejaring internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin terhubung secara global.

Langkah ini sekaligus memperkuat upaya FEB UNSRAT dalam membangun lingkungan pendidikan yang semakin terbuka terhadap kolaborasi internasional dan kebutuhan dunia bisnis.

Dari Dialog Menuju MoU dan MoA
Pertemuan pertama masih berada pada tahap eksplorasi. Kedua institusi akan terlebih dahulu memetakan program yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan, termasuk mekanisme pertukaran mahasiswa, pembelajaran bahasa, durasi program, rekognisi akademik, serta model internship yang dapat dikembangkan.

Pembahasan tersebut direncanakan berlanjut pada pertemuan kedua dengan agenda yang lebih konkret. Tahap berikutnya diharapkan dapat mengarah pada penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai dasar implementasi program bersama.

Dr. Victor P. K. Lengkong dapat menegaskan semangat kerja sama tersebut melalui pernyataan:

“Kami ingin kerja sama internasional yang dibangun memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa. Bukan hanya kesempatan belajar di luar negeri, tetapi juga pengalaman bahasa, budaya, dan magang dalam lingkungan bisnis internasional.

Kami berharap pertemuan awal ini dapat berkembang menjadi program yang konkret dan berkelanjutan.”. Jumat(02/10/26).

Sementara itu, Susy Wang, Ph.D. dapat memberikan perspektif dari Taiwan Adventist College:

“Kami melihat peluang yang sangat baik untuk mengembangkan kerja sama dengan FEB UNSRAT melalui student mobility, language learning, business education, dan internship.

Pertemuan ini merupakan awal untuk menemukan program yang paling sesuai agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman akademik sekaligus pengalaman global yang bermakna.”

Dari Manado Menuju Taiwan
Pertemuan tersebut menjadi lebih dari sekadar perkenalan antarkampus. Di dalamnya mulai terbentuk gagasan mengenai bagaimana mahasiswa dapat bergerak dari ruang kelas menuju pengalaman internasional yang sesungguhnya.

Jika proses penjajakan berlanjut hingga implementasi, kolaborasi FEB UNSRAT dan Taiwan Adventist College berpotensi membangun sebuah jalur pembelajaran yang mengintegrasikan kuliah, bahasa, budaya, magang, dan pengalaman bisnis global.

Dari Manado menuju Taiwan, pendidikan tidak lagi hanya berbicara tentang di mana mahasiswa belajar, tetapi tentang seberapa luas dunia yang dapat mereka alami.

(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *