10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Kota ManadoPendidikanSulawesi Utara

Rex Mundi Manado–Taiwan Adventist College Jajaki Global Education Partnership

×

Rex Mundi Manado–Taiwan Adventist College Jajaki Global Education Partnership

Sebarkan artikel ini

MANADO,  SMA Katolik Rex Mundi Manado memperluas jejaring pendidikan internasional melalui penjajakan kerja sama dengan Taiwan Adventist College (TAC).

Salah satu agenda yang dibahas adalah peluang pengembangan program student exchange berdurasi dua bulan hingga satu semester bagi siswa jenjang sekolah menengah atas.

Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan daring pada Selasa, 15 September 2026, yang menghadirkan Kepala SMA Katolik Rex Mundi Manado Sr. Aniata, SJMJ, M.Pd. bersama jajaran sekolah.

Dari Taiwan, pertemuan diikuti Reggy Sarmita, Ph.D. serta Susy Wang, Head of Department of Christian Leadership & Business School.

Pertemuan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi kelembagaan sekaligus mengidentifikasi program pendidikan internasional yang dapat dikembangkan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Student Exchange Menjadi Agenda Strategis

Salah satu pembahasan utama adalah kemungkinan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti pengalaman belajar di Taiwan dengan pilihan periode sekitar dua bulan maupun satu semester.

Untuk jenjang sekolah menengah atas, skema tersebut sedang dijajaki melalui jejaring pendidikan Adventist di Taiwan, termasuk Taiwan Adventist International School dan Taiwan Adventist Academy.

Program tersebut masih berada dalam tahap penjajakan. Kedua pihak selanjutnya perlu membahas aspek akademik dan operasional, antara lain kesesuaian program pembelajaran, mekanisme pemilihan siswa, periode keberangkatan, pendampingan, akomodasi, hingga sistem evaluasi.

Pendekatan ini diharapkan menjadikan pertukaran siswa bukan sekadar perjalanan internasional, melainkan bagian dari global learning experience yang memiliki tujuan pendidikan dan capaian pembelajaran yang jelas.

Kepala SMA Katolik Rex Mundi Manado Sr. Aniata, SJMJ, M.Pd. melihat pengembangan jejaring internasional sebagai salah satu cara mempersiapkan siswa menghadapi lingkungan pendidikan dan dunia kerja yang semakin terhubung secara global.

“Kami ingin siswa memperoleh pendidikan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga membuka cara berpikir mereka terhadap dunia.

Pengalaman internasional dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar lebih mandiri, adaptif, percaya diri, dan mampu berinteraksi dengan lingkungan serta budaya yang berbeda,” ujar Sr. Aniata.

Membangun Kompetensi Global Siswa

Perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, serta semakin tingginya mobilitas pendidikan dan tenaga kerja membuat sekolah menghadapi tantangan baru dalam mempersiapkan generasi muda.

Kompetensi akademik tetap menjadi fondasi. Namun, kemampuan berkomunikasi lintas budaya, menguasai bahasa asing, beradaptasi dengan lingkungan baru, bekerja sama dengan orang dari latar belakang berbeda, serta memiliki global mindset semakin relevan bagi siswa.

Karena itu, program internasional yang sedang dibahas diarahkan untuk memberikan pengalaman nyata yang dapat memperkuat leadership, cultural intelligence, communication skills, independence, serta kemampuan beradaptasi.

Dari pihak Taiwan, Susy Wang menilai kolaborasi antarlembaga dapat memberi siswa kesempatan untuk mengalami proses belajar yang melampaui batas geografis dan budaya.

“Education today needs to prepare students not only for their local environment, but also for a world that is increasingly connected.

Through international learning experiences, students can develop confidence, cultural understanding, leadership, and the ability to see opportunities from a broader perspective,” kata Susy Wang.

Ia menilai pengalaman lintas budaya dapat menjadi bagian penting dalam membentuk siswa yang memiliki perspektif lebih luas sekaligus mampu membangun hubungan dengan komunitas internasional.

Dari Institutional Partnership Menuju Program Nyata

Penjajakan kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan program lain di luar student exchange.

Kedua institusi dapat mengeksplorasi kegiatan akademik bersama, program bahasa dan budaya, interaksi siswa Indonesia–Taiwan, pengembangan kepemimpinan, hingga kegiatan yang melibatkan tenaga pendidik.

Bagi Rex Mundi Manado, pendekatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun internasionalisasi sekolah secara lebih sistematis.

Kerja sama dimulai dari institutional engagement, kemudian dilanjutkan dengan pemetaan kebutuhan, penyelarasan program akademik, perencanaan implementasi, pendampingan peserta, serta evaluasi.

Dengan pendekatan tersebut, kerja sama internasional diharapkan tidak berhenti pada seremoni atau penandatanganan dokumen, tetapi berkembang menjadi program yang memberikan manfaat langsung kepada siswa.

Pertemuan Rex Mundi Manado dan Taiwan Adventist College sekaligus menunjukkan bahwa sekolah menengah di Manado memiliki kesempatan untuk membangun koneksi dengan ekosistem pendidikan internasional.

Bagi siswa, ruang belajar pun tidak lagi harus berhenti di dalam kelas atau di batas sebuah kota.

Dari Manado, mereka dapat mulai belajar melihat dunia sebagai bagian dari masa depan mereka.

(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *