Ruang Iklan
Opini

Hari Bhayangkara ke-80: Ketika Slogan Menunggu Dibuktikan

×

Hari Bhayangkara ke-80: Ketika Slogan Menunggu Dibuktikan

Sebarkan artikel ini

RepublikNews.com – Setiap tahun, Hari Bhayangkara datang dengan tema yang indah. Tahun ini, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.”

Kalimat itu enak dibaca, mudah diucapkan, dan pantas dipasang di setiap sudut kota.

Yang sulit adalah memastikan masyarakat merasakan maknanya.

Delapan puluh tahun bukan usia yang muda. Seharusnya cukup untuk membuktikan bahwa hukum tidak mengenal jabatan, kekuasaan, atau isi dompet.

Sebab jika hukum masih berubah wajah tergantung siapa yang berdiri di depannya, maka yang tua hanyalah usia, bukan kedewasaannya.

Masyarakat tidak meminta polisi menjadi malaikat. Mereka hanya berharap ketika melapor, didengar.

Ketika mencari keadilan, tidak dipersulit. Ketika aturan ditegakkan, ukurannya sama untuk semua.

Harapan yang sebenarnya sangat sederhana, tetapi kadang terasa begitu mahal.

Ironisnya, kepercayaan sering kali diminta sebelum benar-benar dibangun. Kritik dianggap mengganggu, padahal kritik adalah alarm yang menyelamatkan.

Institusi yang kuat bukanlah yang anti kritik, melainkan yang berani memperbaiki diri.

Hari Bhayangkara semestinya bukan sekadar perayaan. Ia adalah cermin. Sebab cermin tidak pernah berbohong.

Jika wajah yang terlihat kusut, yang perlu diperbaiki bukan cerminnya, melainkan wajah yang bercermin.

Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga suatu hari nanti masyarakat tidak lagi mengingat slogan-slogannya, karena mereka sudah lebih dulu merasakan keadilannya.

Saat itulah penghormatan datang tanpa diminta, dan kepercayaan tumbuh tanpa harus dipaksa.
(Budi AF)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *