Sukabumi – republiknews.com – Dalam pekerjaan konstruksi, kualitas tidak hanya ditentukan oleh menariknya sebuah penawaran.
Mutu material, ketepatan spesifikasi, kemampuan teknis, hingga jaminan pekerjaan menjadi sejumlah pertimbangan dalam menentukan penyedia.
Prinsip tersebut menjadi pertimbangan Deden Budiman, P2SP di SD Pangantolan, Kecamatan Cikembar, saat menentukan pemasok baja ringan untuk kebutuhan pembangunan dan revitalisasi sekolah.
Deden akhirnya memilih pengusaha baja ringan bernama, Zenal, sebagai penyedia material sekaligus jasa pemasangan.
Menurut Deden, pemilihan pemasok bukan sekadar persoalan harga, tetapi bagaimana memastikan material sesuai dengan kebutuhan teknis, pemasangan dilakukan secara presisi, dan hasil pekerjaan memiliki jaminan.
Dalam proses pemilihan, sejumlah pemasok menawarkan berbagai bentuk keuntungan, mulai dari diskon, cashback dengan persentase tertentu, hingga dana talangan untuk kebutuhan bimtek dan keperluan lainnya.
“Banyak supplier yang menawarkan diri. Ada yang menawarkan diskon, cashback dengan persentase tertentu, bahkan ada juga yang menawarkan dana talangan untuk keperluan bimtek dan lain sebagainya,” ujar Deden.
Namun, tawaran tersebut bukan menjadi dasar utama pilihannya.
“Saya tidak berorientasi ke situ,” katanya.
Menurut Deden, pengalaman dan rekam jejak Zenal dalam menangani pekerjaan konstruksi menjadi salah satu pertimbangan.
Selain itu, kualitas material, kemampuan teknis pemasangan, serta komitmen terhadap hasil pekerjaan turut diperhitungkan.
Dari sisi kelengkapan dokumen pendukung, Zenal disebut menyediakan material yang dilengkapi sertifikat SNI, Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi, serta sertifikat jaminan atau garansi pekerjaan.
“Beliau tidak menawarkan keuntungan secara pribadi bagi saya. Yang beliau tawarkan adalah kualitas, jaminan pemasangan yang presisi, juga jaminan garansi.
Makanya, di Kecamatan Cikembar ini, yang mendapatkan program revit banyak yang memakai barang dan jasa beliau,” tutur Deden.
Dalam pekerjaan konstruksi baja ringan, presisi menjadi bagian penting karena proses pengukuran, pemotongan, penyusunan rangka, hingga pemasangan membutuhkan ketelitian agar setiap komponen dapat berfungsi sesuai peruntukannya.
Deden menegaskan, pengelolaan program pembangunan satuan pendidikan juga harus berorientasi pada tanggung jawab dan ketentuan yang berlaku.
“Bagi saya, program ini bukan ajang untuk mencari keuntungan, tetapi merupakan amanah untuk saya kelola sebaik mungkin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Bagi Zenal, kepercayaan yang diberikan melalui pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab untuk menjaga kualitas produk dan pelayanan.
Sementara bagi P2SP dan pihak sekolah, kualitas material, presisi pemasangan, kompetensi tenaga kerja, kelengkapan dokumen, serta jaminan pekerjaan menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan penyedia.
Reporter: Budi AF




















