Lebak – Republiknews.com – Sebagai jurnalis, tugas kami adalah mencari dan mengumpulkan informasi untuk disampaikan kepada publik. Namun, ada satu tantangan yang selalu menghambat: pejabat dinas terkadang sulit ditemui dan lebih memilih menghindar ketika dimintai klarifikasi.
Seolah-olah mereka lupa bahwa keterbukaan informasi adalah bagian dari tanggung jawab mereka terhadap masyarakat.
Ketika mereka enggan menjawab, bukan berarti kebenaran ikut terkubur. Media akan mencari jawaban sendiri, dan jika perlu, media akan menggali fakta dengan caranya.
Media bisa mengandalkan data yang ada, pernyataan dari pihak-pihak lain, dan analisis mendalam untuk mengisi kekosongan informasi.
Apakah mereka sadar bahwa sikap diam justru bisa memunculkan lebih banyak spekulasi? Apakah mereka ingin membiarkan asumsi berkembang liar karena mereka sendiri tidak mau berbicara?
Yang lebih ironis, ketika pemberitaan mulai tajam dan publik bereaksi, barulah mereka sibuk memberikan klarifikasi, menyalahkan media, atau bahkan menuding media menyebarkan berita tidak akurat.
Jika sejak awal mereka bersedia terbuka, hal ini tidak perlu terjadi.
Sikap diam bukan perlindungan. Justru itu adalah undangan bagi media untuk menyelidiki lebih dalam. Dan ingat satu hal: Jika otoritas tidak segera mengendalikan informasi, persepsi akan liar dan tajam.
*(Roy)















