Example floating
Example floating
1 Mei 2026
Sidoarjo

Wabup Sidoarjo Sidak Jalan Suko–Sumberejo, Soroti Kualitas Aspal dan Drainase

×

Wabup Sidoarjo Sidak Jalan Suko–Sumberejo, Soroti Kualitas Aspal dan Drainase

Sebarkan artikel ini
Foto : Wabup Sidoarjo sidak pemeliharaan jalan Suko-Sunberejo.

Republiknews.com, SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pekerjaan pemeliharaan jalan di ruas Suko–Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, Rabu (8/4/2026).

Dalam sidak tersebut, ia menyoroti kualitas pekerjaan jalan sekaligus kondisi drainase yang dinilai berpotensi menyebabkan banjir.

Dalam dialog dengan satgas jalan dari Dinas PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, Mimik mempertanyakan spesifikasi teknis pekerjaan, khususnya terkait ketebalan lapisan aspal sebelum dan sesudah pemadatan.

Ia menegaskan bahwa ketebalan aspal telah memenuhi standar, yakni minimal 3 cm, dengan material berupa batu gragal, lapen, dan aspal hotmix.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kualitas pekerjaan tetap dijaga dan tidak dikurangi, karena akan berdampak langsung pada daya tahan jalan.

Ia juga mengimbau pengguna jalan untuk menyesuaikan kendaraan dengan kelas jalan dan batas tonase yang berlaku.

Selain kualitas jalan, Mimik turut menyoroti sistem drainase yang dinilai belum berfungsi optimal. Ia menemukan sejumlah saluran air yang tertutup urukan maupun pengecoran tanpa memperhatikan aliran air.

“Jika saluran tertutup, air tidak memiliki jalur dan ini bisa menyebabkan banjir,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia meminta pemerintah desa dan pihak terkait lebih serius dalam merencanakan pembangunan infrastruktur, khususnya sistem drainase.

Ia menekankan bahwa pembangunan jalan harus terintegrasi dengan perencanaan saluran air agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Mimik juga meminta agar penanganan drainase diprioritaskan. Menurutnya, pembangunan jalan tidak akan efektif jika wilayah tersebut masih kerap dilanda banjir.

Ia menegaskan pentingnya perencanaan yang jelas, mencakup arah aliran air, panjang saluran, hingga titik akhir pembuangan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menutup saluran air secara sembarangan. Ia menambahkan bahwa pembangunan tetap diperbolehkan selama dilengkapi dengan bak kontrol agar perawatan saluran tetap mudah dilakukan.

Tak hanya itu, evaluasi terhadap ketinggian jalan juga diminta dilakukan secara matang agar tidak berdampak pada rumah warga di sekitarnya.

Sidak ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memastikan kualitas pembangunan infrastruktur sekaligus mengatasi persoalan banjir. Diharapkan, melalui perencanaan yang terintegrasi dan pengawasan yang ketat, pembangunan jalan ke depan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

(AHF/Kominfo Sidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *