SIDOARJO, republiknews.com .– Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., geram saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik proyek pembangunan di kawasan Pasar Taman, Kecamatan Taman, pada Kamis (10/9/2026). Progres pekerjaan yang jauh dari target, bahkan ada yang belum disentuh sama sekali, membuatnya mengancam sanksi tegas hingga pemutusan kontrak bagi kontraktor yang tidak berkomitmen.
Inspeksi mendadak menemukan setidaknya empat titik pekerjaan pembangunan yang progresnya meleset jauh dari target:
– Pembangunan pagar: Target progres 30%, realisasi baru 25%
– Pavingisasi: Progres belum sesuai target
– Dua proyek saluran air: Progres 0% — belum dimulai sama sekali
Padahal pekerjaan tersebut seharusnya sudah selesai pada Agustus 2026. Konsultan pengawas bahkan sudah memberikan teguran tertulis hingga empat kali, namun tidak dihiraukan. Waktu pengerjaan yang tersisa kini kurang dari dua bulan.
– Pemeriksa: Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P.
– Pihak yang ditindaklanjuti: Kontraktor pelaksana proyek serta konsultan pengawas
– Lokasi: Kawasan Pasar Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo
Inspeksi mendadak dilakukan pada Kamis, 10 September 2026. Pekerjaan seharusnya tuntas pada Agustus 2026, sisa waktu penyelesaian kini kurang dari dua bulan.
Kawasan Pasar Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Proyek dibiayai dari anggaran APBD Kabupaten Sidoarjo, sehingga harus dipertanggungjawabkan dari sisi kualitas, spesifikasi, dan ketepatan waktu. Keterlambatan serta pengabaian terhadap teguran pengawas merugikan negara dan masyarakat yang menantikan fasilitas pasar yang lebih baik.
Wabup Mimik menegaskan:
– Kontraktor wajib mengejar ketertinggalan tanpa mengorbankan kualitas dan spesifikasi teknis
– Jika tetap tidak sesuai target → sanksi keras, termasuk pemutusan kontrak
– Wabup akan memantau langsung perkembangan pekerjaan berikutnya
– Pengawasan diperketat agar tidak ada lagi pengabaian terhadap teguran tertulis
Kutipan Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P.:
“Jangan sampai kita menggunakan anggaran APBD, terus dikerjakan seenaknya. Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai dan tidak komitmen, ke depan ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD.”
“Seharusnya pekerjaan itu Agustus kemarin sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar, sedangkan yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi aturan.”
“Harus kejar tayang. Kalau nggak sesuai target, nanti harus disanksi. Sanksinya harus keras. Saya nggak main-main.”
“Saya sendiri nanti yang mengawasi. Saya akan cek lagi pekerjaannya. Jangan sampai pasar yang kondisinya sudah seperti ini, pekerjaannya malah tambah amburadul.”
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas dan ketepatan waktu setiap proyek yang menggunakan anggaran rakyat. Masyarakat diharapkan turut mengawasi pelaksanaan pembangunan di lingkungannya. Pemkab juga akan terus memperketat pengawasan agar tidak ada lagi proyek yang terlambat atau dikerjakan sembarangan.
(AHF/KominfoSidoarjo)




















