10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Cegah Banjir, Pemkab Sidoarjo Betonisasi dan Tinggikan Jalan Kedungbanteng

×

Cegah Banjir, Pemkab Sidoarjo Betonisasi dan Tinggikan Jalan Kedungbanteng

Sebarkan artikel ini
Foto : Cegah banjir,pemkab Sidoarjo betonisasi dan tinggikan jalan di Kedungbanteng.
Foto : Cegah banjir,pemkab Sidoarjo betonisasi dan tinggikan jalan di Kedungbanteng.

SIDOARJO, republiknews.com.– Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus melakukan upaya pencegahan banjir melalui pembangunan infrastruktur jalan dan drainase. Salah satunya melalui proyek betonisasi sekaligus peninggian Jalan Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin.

Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan saluran drainase. Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Rabu (30/9/2026), guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target serta memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

Betonisasi Jalan Kedungbanteng memiliki panjang sekitar 700 meter dengan lebar 5 meter. Berdasarkan target pekerjaan, proyek tersebut dijadwalkan selesai pada Desember 2026.

Dalam sidaknya, Wabup Mimik Idayana menyampaikan bahwa hingga memasuki minggu ke-10, progres pekerjaan baru mencapai sekitar 18 persen. Ia meminta kontraktor menambah sumber daya manusia agar pekerjaan dapat dipercepat dan target penyelesaian tidak mengalami keterlambatan.

Selain mengejar waktu, Wabup juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemasangan box culvert untuk saluran drainase. Menurutnya, material yang digunakan telah memenuhi standar SNI, namun pemasangannya masih ditemukan sejumlah bagian yang kurang rapat dan perlu diperbaiki.

“Tapi, ada beberapa yang harus dibenerin karena banyak sekali box culvert ini pasangnya kurang pas. Kurang rapat,” ujar Mimik.

Wabup juga meminta agar tiang-tiang listrik yang menghalangi pemasangan box culvert segera dipindahkan. Keberadaan tiang tersebut dinilai dapat mengganggu sistem aliran air hujan apabila tidak ditangani.

Selain itu, Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Sidoarjo diminta melakukan normalisasi saluran yang berada di sisi kanan dan kiri Jalan Kedungbanteng. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran sistem drainase dan mengurangi potensi genangan ketika hujan turun.

Mimik menegaskan dirinya akan terus memantau perkembangan proyek tersebut. Bahkan, ia berencana kembali melakukan sidak ketika proses pengecoran jalan dimulai. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Nanti saat pengecorannya saya diinfo, saya mau cek itu,” tegasnya.

Jalan Dinaikkan 40-60 Sentimeter

Pembangunan Jalan Kedungbanteng tidak hanya berupa betonisasi, tetapi juga peninggian badan jalan. Dalam pelaksanaannya, elevasi jalan akan dinaikkan sekitar 40 hingga 60 sentimeter.

Kondisi tersebut membuat sejumlah rumah warga nantinya memiliki posisi lebih rendah dibandingkan permukaan jalan. Karena itu, saat berada di lokasi proyek, Wabup Mimik menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak pembangunan.

Ia juga meminta warga secara mandiri melakukan penyesuaian ketinggian rumah dengan kondisi jalan yang baru.

“Karena jalan ini lebih tinggi daripada rumah penduduk, maka secara otomatis warga harus mandiri meninggikan rumahnya,” kata Mimik.

Dikebut Sebelum Musim Hujan
Konsultan Pengawas proyek, Aris, menjelaskan bahwa betonisasi Jalan Kedungbanteng telah dimulai sejak Agustus 2026. Saat ini pekerjaan meliputi pembangunan plengsengan sungai dan pemasangan box culvert saluran drainase
.
Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada minggu ke-20. Setelah tahapan drainase rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengecoran badan jalan.

Aris menyatakan pihaknya optimistis target penyelesaian proyek dapat tercapai. Namun, pihak pelaksana juga berupaya melakukan percepatan agar pekerjaan dapat diselesaikan sebelum memasuki puncak musim penghujan.

“Kita usahakan kalau bisa ada percepatan. November ini sudah selesai supaya nggak sampai hujan,” ujar Aris.

Pembangunan Jalan Kedungbanteng tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas akses jalan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat sistem drainase di kawasan tersebut. Dengan normalisasi saluran, pemasangan box culvert dan peninggian jalan, pemerintah daerah berupaya mengurangi risiko genangan serta banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemantauan terhadap proyek menjadi penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi, tepat waktu, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kedungbanteng dan sekitarnya.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *