10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Sidak Gedung HD RSUD Sidoarjo Barat, Wabup Mimik Soroti Kualitas Material dan Keterlambatan Proyek

×

Sidak Gedung HD RSUD Sidoarjo Barat, Wabup Mimik Soroti Kualitas Material dan Keterlambatan Proyek

Sebarkan artikel ini
Foto : Wabup Sidoarjo, Hj mimik idayana sidak gedung HD RSUD Sidoarjo Barat.
Foto : Wabup Sidoarjo, Hj mimik idayana sidak gedung HD RSUD Sidoarjo Barat.

SIDOARJO, republiknews.com.– Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, SAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan Gedung Hemodialisis (HD) lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat, Rabu (30/9/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus mengecek secara langsung kualitas pekerjaan dan material yang digunakan dalam proyek pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

Dalam peninjauan itu, Mimik memeriksa sejumlah material konstruksi yang digunakan, mulai dari besi, beton hingga material pendukung lainnya. Ia menegaskan, material yang tidak memenuhi kualitas maupun spesifikasi tidak boleh digunakan dan harus segera diganti.

Menurut Mimik, kualitas pembangunan menjadi hal penting karena proyek tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD. Karena itu, penggunaan anggaran publik harus diwujudkan melalui pembangunan yang sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah ditentukan.

“Karena ini menggunakan anggaran APBD, di mana anggaran APBD ini adalah dari dan untuk masyarakat, jadi kalau membangun harus kualitasnya benar-benar sesuai spesifikasi. Tidak boleh asal-asalan,” tegas Mimik.

Mimik juga meminta pengawasan terhadap pekerjaan konstruksi dilakukan secara maksimal. Ia menekankan agar material yang digunakan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), termasuk besi dan mutu beton.

“Pengawas harus mengawasi yang benar. Kalau tidak sesuai spesifikasi, bilang dan tolak! Kita pastikan material seperti besi sudah SNI, mutu beton uji tarik dan tekannya terpenuhi, dan pengerjaan dilakukan maksimal,” ujarnya.

Selain mengecek kualitas material, Wakil Bupati Sidoarjo tersebut turut menyoroti progres pembangunan Gedung HD lantai 2 yang mengalami keterlambatan.

Berdasarkan hasil peninjauan, keterlambatan terjadi antara lain karena pengadaan sejumlah material pendukung, seperti angkur dan scaffolding, baru tersedia belakangan.

Pihak pelaksana menyampaikan bahwa material utama saat ini telah tersedia. Untuk mengejar ketertinggalan progres, pelaksana akan melakukan percepatan pekerjaan melalui penambahan tenaga kerja serta pemberlakuan jam lembur.

Mimik menyebut berdasarkan pengecekan di lapangan, material yang digunakan telah sesuai dengan SNI dan spesifikasi. Namun, dari sisi progres pekerjaan masih terdapat keterlambatan sebesar 13 persen dari target 35 persen pekerjaan yang seharusnya telah diselesaikan.

“Saya cek secara langsung mulai dari materialnya, sudah SNI semuanya. Sudah sesuai spesifikasi semuanya, cuman ada keterlambatan.

Keterlambatan 13% dari target 35% pekerjaan yang harus diselesaikan, tapi insya Allah akhir Desember 2026 ini sudah selesai semua dan akan dikejar dengan penambahan pekerja, penambahan jam lembur, serta ketersediaan material,” ungkapnya.

Dalam sidak tersebut, Mimik juga melihat sejumlah bagian bangunan yang sedang dikerjakan. Salah satunya area yang nantinya menjadi penghubung antara gedung lama dengan gedung lantai 2 melalui skybridge.

Selain persoalan konstruksi, ia memberikan sejumlah masukan mengenai penataan lingkungan di sekitar gedung..

Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain pedestrian, ruang terbuka, masjid, serta pemilihan tanaman yang diharapkan tidak mengganggu atau merusak bangunan dan fasilitas di sekitarnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap percepatan pekerjaan dapat dilakukan sehingga pembangunan Gedung HD lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat dapat selesai sesuai target akhir tahun 2026.

Di sisi lain, percepatan tersebut tetap harus dibarengi dengan pengawasan dan pemenuhan kualitas konstruksi sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pembangunan fasilitas kesehatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memiliki kualitas konstruksi yang memenuhi ketentuan.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *