Republiknews.com – Saya sering menulis berita opini, bukan karena saya tidak tahu siapa yang saya sorot, atau tidak paham jabatan dan status pekerjaan mereka.
Justru sebaliknya, saya tahu persis siapa yang saya maksud dalam setiap kalimat yang saya tulis.
Saya memahami tanggung jawab dari profesi ini, termasuk konsekuensi yang menyertainya.
Saya tidak menulis untuk mencari aman. Saya tahu, setiap kata yang saya susun bisa mengundang banyak reaksi.
Tapi saya tidak menulis untuk memuaskan satu pihak, melainkan untuk menyampaikan kenyataan yang sering kali disembunyikan di balik formalitas dan jabatan.
Mungkin banyak media lain, bahkan warga biasa, yang juga tahu trik dan intrik kalian, mungkin bahkan lebih tahu dari saya. Tapi mereka memilih diam, sementara saya memilih menulis.
Tulisan saya bukan untuk mewakili mereka, karena mereka punya suara sendiri.
Namun ternyata, banyak di antara mereka yang sepakat dengan apa yang saya sampaikan.
Tulisan saya adalah cermin dari apa yang terjadi di lapangan, bukan gosip, bukan fitnah, tapi suara nurani yang menolak untuk bungkam.
Saya sadar, keberanian menulis berarti siap menghadapi risiko. Tapi selama kebenaran masih punya ruang untuk diungkap, saya akan terus menulis.
(Budi AP)



















