1 Mei 2026
Sidoarjo

Saat Qurban Menjadi Bahasa Cinta Kemanusiaan dan Ketika Kasih Sayang Menembus Sekat Perbedaan

×

Saat Qurban Menjadi Bahasa Cinta Kemanusiaan dan Ketika Kasih Sayang Menembus Sekat Perbedaan

Sebarkan artikel ini

Republiknews.com, Sidoarjo.
Di tengah dunia yang sering dipenuhi perbedaan, kadang manusia lupa bahwa hati nurani sejatinya diciptakan untuk saling mengasihi. Idul Adha tahun ini, Masjid Baitussalam Pondok Sedati Asri Sidoarjo menghadirkan pelajaran indah tentang arti kemanusiaan yang sesungguhnya.

Qurban ternyata bukan hanya tentang menyembelih hewan. Lebih dari itu, qurban adalah tentang menyembelih ego, memotong rasa benci, dan menghadirkan kasih sayang tanpa batas.

Usai pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah, jamaah dan pengurus masjid bergerak bersama menebarkan manfaat bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 25 kupon daging qurban secara khusus diberikan kepada panti jompo umat Kristiani di wilayah sekitar. Sebuah langkah sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam: bahwa kemanusiaan harus berdiri di atas segala perbedaan.

Pemandangan haru tampak ketika para lansia menerima bingkisan qurban dengan wajah penuh senyum dan mata berkaca-kaca. Tidak ada sekat agama. Tidak ada tembok perbedaan. Yang hadir hanyalah rasa cinta, kepedulian, dan penghormatan kepada sesama manusia.

(Foto ke2)

Inilah wajah Islam yang sejati. Islam yang hadir membawa rahmat, bukan ketakutan. Islam yang menguatkan persaudaraan, bukan memecah belah. Sebagaimana firman Allah SWT:

> “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”
(QS. Al-Maidah: 2)

 

Nilai luhur inilah yang seharusnya terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Karena sesungguhnya, bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh kemajuan teknologi dan ekonomi, tetapi juga oleh hati yang penuh kasih dan kepedulian sosial.

Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah ritual semata. Masjid harus menjadi pusat cinta kasih, pusat persaudaraan, dan tempat tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan universal. Ketika qurban mampu menyatukan hati manusia lintas perbedaan, maka di situlah agama menemukan makna terindahnya.

Semoga semangat Idul Adha tahun ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa manusia pada akhirnya dipersatukan bukan oleh kesamaan identitas, tetapi oleh ketulusan hati untuk saling peduli dan berbagi.

“Qurban bukan sekadar membagikan daging, tetapi menghadirkan kasih sayang yang mampu menyatukan kemanusiaan.”

Penulis :
Prof. Dr. Ir. Abdul Hamid, MP
(Pembina Masjid Baitussalam Pondok Sedati Asri Sidoarjo)
– Patris
– Sudjiman

 

(AHF)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *