Sukabumi – Republiknews.com – Pekerjaan rekonstruksi jembatan dan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di ruas jalan penghubung Cisolok–Gunung Karamat, Kabupaten Sukabumi, kini tengah berlangsung dengan hasil yang mulai terlihat nyata.
Proyek yang digarap oleh CV Karya Pelabuhan Samudra ini menuai apresiasi, karena dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis serta menunjukkan kualitas pengerjaan yang patut diapresiasi.
Meski jembatan yang dibangun tergolong kecil, dengan bentang sekitar dua meter, tidak berarti pengerjaannya dilakukan secara asal.
Struktur beton bertulang tetap digunakan sebagai tulang punggung konstruksi, menunjukkan bahwa aspek kekuatan tetap menjadi perhatian utama.
Dari hasil pantauan di lokasi, tampak besi berdiameter 12 dan 16 mm ulir dipasang rapat, dengan jarak antar tulangan sekitar 10 cm.
Penerapan spesifikasi tersebut menjadi indikator keseriusan pelaksana dalam menjaga mutu dan kekuatan bangunan meskipun skalanya terbilang kecil.
Pimpinan proyek, Haldi, menegaskan bahwa prinsip kualitas menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam setiap pelaksanaan pekerjaan.
“Kami berkomitmen agar hasil pembangunan ini benar-benar kokoh dan bertahan lama. Tidak ada istilah proyek kecil bagi kami, semua harus sesuai spek dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Kepedulian terhadap kualitas juga disampaikan oleh pelaksana lapangan, Pecung. Ia menyebutkan bahwa sejak awal, arahan pimpinan sangat jelas dan tegas.
“Bos Haldi sudah mewanti-wanti agar pekerjaan diawasi secara ketat dan dikerjakan sebaik mungkin sesuai dengan spek. Kami di lapangan benar-benar menjaga itu,” ungkapnya.
Tak hanya jembatan, proyek ini juga mencakup pembangunan TPT yang sangat penting untuk menjaga kestabilan badan jalan.
Letak jalan yang melintasi kontur perbukitan memang membutuhkan perlindungan ekstra dari risiko longsor dan erosi, terutama saat musim hujan tiba.
TPT ini berperan mencegah kerusakan infrastruktur yang bisa berdampak pada aksesibilitas warga di daerah tersebut.
Dengan demikian, fungsi jalan sebagai penghubung antarwilayah dapat tetap terjaga dalam jangka panjang.
Dengan pendekatan teknis yang rapi dan pengawasan lapangan yang konsisten, proyek ini menjadi contoh baik dari sinergi antara pemerintah dan pelaksana.
Membangun infrastruktur perdesaan yang andal dan berdaya guna menjadi bagian dari komitmen bersama demi kesejahteraan masyarakat.
Harapannya, hasil pembangunan ini tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi warga sekitar.
(Budi.AF)




















