Example floating
Example floating
1 Mei 2026
Sukabumi

Gedung SMPN 1 Gedangan Ambruk, Bupati Sidoarjo Instruksikan Percepatan Pembangunan

×

Gedung SMPN 1 Gedangan Ambruk, Bupati Sidoarjo Instruksikan Percepatan Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Foto : Gedung SMPN 1 Gedangan ambruk,Bupati Sidoarjo instruksikan percepatan pembangunan.

Republiknews.com,Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat menyikapi ambruknya atap ruang kelas di SMP Negeri 1 Gedangan. Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Selasa (24/2/2026) setelah menerima laporan terkait insiden tersebut.

Dalam sidak tersebut, Bupati Subandi didampingi Wakil Ketua DPRD, Dinas Pendidikan, camat, serta kepala desa setempat. Ia menegaskan bahwa perbaikan harus segera dilakukan demi menjamin keselamatan para siswa dan tenaga pendidik.

Dari pantauan di lapangan, satu ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dengan kondisi atap jebol.

Sementara itu, tiga ruang kelas lainnya dalam kondisi lapuk dan rawan ambruk. Tidak hanya persoalan atap, lantai ruang kelas juga kerap tergenang air saat hujan deras, sehingga mengganggu proses belajar mengajar.

“Melihat kondisi seperti ini, tentu harus segera diperbaiki. Anak-anak butuh sekolah yang aman, dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tegas Subandi.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Sidoarjo akan menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT). Langkah ini diambil agar proses perbaikan tidak harus menunggu mekanisme penganggaran reguler yang memerlukan waktu lebih lama.

Subandi menjelaskan, kerusakan mendesak yang harus segera ditangani meliputi pembangunan kembali atap yang ambruk serta penggantian konstruksi kayu yang sudah keropos dengan material yang lebih kokoh dan tahan lama. Selain itu, lantai ruang kelas juga akan ditinggikan guna mencegah banjir berulang saat musim hujan.

“Ini urgent, terutama pembangunan atap dan peninggian lantai karena sering banjir. Sekalian kita naikkan lantainya supaya tidak banjir lagi, jadi tidak kerja dua kali,” ujarnya.

Berdasarkan perkiraan awal, kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp 250 juta per ruang kelas. Namun, angka final masih menunggu hasil kajian teknis, termasuk opsi penggunaan rangka baja ringan agar konstruksi lebih awet dan aman.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan proses kajian teknis dapat segera rampung sehingga pengerjaan fisik bisa langsung dimulai. Diharapkan, setelah libur Lebaran, para siswa sudah dapat kembali belajar dengan nyaman dan tanpa rasa khawatir.

“Mudah-mudahan setelah Lebaran anak-anak sudah bisa menikmati kelas yang bagus dan nyaman, tanpa kekhawatiran atap roboh lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memastikan fasilitas pendidikan dalam kondisi aman dan layak demi mendukung kualitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *