Sukabumi– republiknews.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Warungkiara kini memasuki tahap kedua.
Sebelumnya, sekolah telah menyelesaikan proses penerimaan pada tahap pertama yang diperuntukkan bagi calon murid melalui jalur prestasi dan jalur afirmasi.
SMPN 1 Warungkiara menargetkan dapat menerima sebanyak 342 murid baru yang akan ditempatkan dalam 9 rombongan belajar (rombel).
Jumlah tersebut merupakan total daya tampung sekolah untuk tahun ajaran 2026/2027.
Menurut Arifin, S.Pd., seorang guru senior SMPN 1 Warungkiara, pelaksanaan SPMB tahun ini dibagi ke dalam dua tahap.
Pada tahap pertama, kuota penerimaan dialokasikan sebesar 50 persen dari total daya tampung sekolah melalui jalur prestasi dan jalur afirmasi.
“Pada tahap pertama, kuota yang tersedia sebesar 50 persen dari total daya tampung.
Jalur yang dibuka meliputi jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik, serta jalur afirmasi,” ujar Arifin.
Tahap pertama tersebut kini telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, proses penerimaan memasuki tahap kedua yang dibuka melalui jalur zonasi atau domisili.
Jalur ini diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili sesuai dengan ketentuan wilayah yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan SPMB.
Dengan dimulainya tahap kedua, masyarakat yang belum mengikuti proses pendaftaran pada tahap pertama masih memiliki kesempatan untuk mendaftarkan putra-putrinya melalui jalur domisili.
Pihak sekolah berharap seluruh tahapan penerimaan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Target penerimaan sebanyak 342 murid baru diharapkan dapat terpenuhi sehingga seluruh rombongan belajar yang telah disiapkan dapat terisi secara optimal. Selain itu,
pembagian penerimaan dalam dua tahap dinilai mampu memberikan kesempatan yang lebih luas bagi calon peserta didik dari berbagai latar belakang.
Jalur prestasi memberikan ruang bagi siswa yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik,
sementara jalur afirmasi ditujukan untuk mendukung pemerataan akses pendidikan bagi kelompok yang memenuhi kriteria tertentu.
Adapun jalur domisili menjadi sarana untuk mengakomodasi calon murid yang tinggal di sekitar wilayah layanan sekolah.
Pihak SMPN 1 Warungkiara juga mengimbau para orang tua dan calon murid agar terus memantau informasi resmi terkait jadwal, persyaratan, serta tahapan pendaftaran.
Dengan memahami seluruh ketentuan yang berlaku, diharapkan proses penerimaan murid baru dapat berlangsung tanpa kendala.
Melalui pelaksanaan SPMB yang tertib dan transparan, SMPN 1 Warungkiara berharap dapat menjaring peserta didik yang siap mengikuti proses pembelajaran sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berprestasi.
(Budi AF)



















