Example floating
Example floating
1 Mei 2026
Opini

MBG Sudah Jalan, Tapi Apakah Sudah Merata?

×

MBG Sudah Jalan, Tapi Apakah Sudah Merata?

Sebarkan artikel ini

Lebak – Republiknews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak layak diapresiasi. Di tengah tantangan ekonomi masyarakat, persoalan stunting, serta ketimpangan akses gizi di sebagian wilayah, kehadiran MBG menjadi angin segar bagi banyak keluarga.

Sekolah bukan lagi sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak.

Secara konsep, MBG adalah program yang mulia. Negara hadir memastikan bahwa anak-anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi orang tuanya, mendapatkan asupan gizi yang layak.

Bagi daerah seperti Lebak, program ini memiliki arti strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Namun, ketika sebuah program sudah berjalan, ruang diskusi seharusnya tidak berhenti pada pujian semata. Justru di titik inilah evaluasi perlu dilakukan secara jujur dan terbuka.

Salah satu pertanyaan mendasar yang patut diajukan adalah: apakah MBG sudah benar-benar merata?

Kabupaten Lebak memiliki kondisi geografis dan sosial yang beragam. Ada sekolah yang berada di pusat kecamatan dengan akses jalan yang baik, tetapi ada pula sekolah yang berada di wilayah pelosok dengan keterbatasan infrastruktur.

Dalam situasi seperti ini, pemerataan tidak cukup dimaknai sebagai jumlah penerima yang besar, melainkan juga kesetaraan pengalaman yang dirasakan oleh setiap siswa.

Apakah kualitas makanan yang diterima siswa di wilayah perkotaan sama dengan yang diterima siswa di daerah terpencil?

Apakah distribusi berjalan lancar dan tepat waktu di seluruh kecamatan? Dan sejauh mana sekolah-sekolah siap dari sisi sarana pendukung untuk menjalankan program ini secara optimal?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan bentuk ketidakpercayaan terhadap pemerintah atau penyelenggara program.

Sebaliknya, ini adalah bentuk kepedulian publik agar program MBG tidak sekadar memenuhi target administratif dan laporan angka semata.

Program yang menyentuh kebutuhan dasar anak-anak seharusnya dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, keadilan, dan keberlanjutan.

Selain pemerataan wilayah, aspek pengawasan juga menjadi hal penting untuk diperhatikan. Kualitas gizi, kebersihan, dan keamanan makanan adalah faktor krusial yang menentukan keberhasilan MBG.

Tanpa pengawasan yang konsisten, niat baik program berisiko tidak sampai secara utuh kepada para penerima manfaat.

MBG memiliki potensi besar untuk menjadi tonggak penting dalam pembangunan manusia di Kabupaten Lebak. Jika dijalankan dengan baik dan merata, program ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi belajar, kesehatan anak, serta mengurangi beban ekonomi keluarga.

Namun potensi tersebut hanya akan terwujud jika evaluasi dilakukan secara berkala dan melibatkan suara dari lapangan, termasuk sekolah, guru, dan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari berapa banyak siswa yang tercatat sebagai penerima bantuan, tetapi dari sejauh mana setiap anak—di desa maupun kota—merasakan manfaat yang setara dan bermakna.

Di situlah kualitas dan keadilan sebuah kebijakan benar-benar diuji.

(Budi AF)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *