MANADO, – Kebakaran lahan di sekitar Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado, Selasa (6/10/2026), berdampak pada aktivitas penerbangan.
Api muncul sekitar pukul 10.55 WITA di ujung Runway 18, tepatnya di sekitar area Airfield Lighting (AFL) dalam kawasan airside bandara.
Dari berbagai sumber menyebutkan, api diduga berasal dari lahan masyarakat di luar perimeter bandara sebelum merambat ke area rumput di sisi udara.
Angin yang cukup kencang turut membuat api bergerak ke arah kawasan bandara.
Petugas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) Bandara Sam Ratulangi bersama TNI AU dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado langsung melakukan penanganan.
Enam kendaraan pemadam dikerahkan untuk memadamkan api. Asap tebal dari kebakaran sempat mengganggu jarak pandang di sekitar runway.
Kondisi tersebut membuat operasional Bandara Sam Ratulangi ditutup sementara hingga sekitar pukul 17.00 WITA.
Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan, sementara beberapa penerbangan kedatangan dialihkan ke Bandara Djalaluddin Gorontalo.
Setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinilai aman, operasional penerbangan kembali berjalan normal.
Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado mengimbau masyarakat di sekitar kawasan bandara tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan.
Asap dari pembakaran dapat mengganggu jarak pandang dan berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan.




















