Sukabumi – republiknews.com – Dalam pembangunan atau renovasi gedung, keberadaan pintu dan jendela tidak hanya berkaitan dengan fungsi dan keindahan bangunan.
Ada persoalan teknis yang sering luput diperhatikan, yaitu bagaimana beban dinding di atas bukaan pintu atau jendela ditahan dan disalurkan.
Hal ini menjadi penting ketika bangunan menggunakan kusen berbahan aluminium atau PVC, sementara di atas kusen masih terdapat pasangan bata.
Secara sederhana, bayangkan sebuah dinding bata yang memiliki lubang untuk jendela. Bagian dinding di atas lubang tersebut tetap memiliki berat. Berat itu tidak boleh begitu saja dibebankan kepada kusen.
Di sinilah lintel atau balok latei memiliki fungsi penting.
Apa fungsi lintel? Lintel adalah bagian konstruksi yang dipasang secara horizontal di atas bukaan pintu atau jendela. Fungsinya untuk menahan beban pasangan bata di atas bukaan dan menyalurkannya ke bagian dinding atau struktur di sisi kiri dan kanan bukaan.
Dengan adanya lintel, beban tidak langsung bertumpu pada kusen.
Gambaran sederhananya:
Pasangan bata – Lintel/balok latei – Dinding/kolom di sisi bukaan
Dengan sistem tersebut, beban pasangan bata mempunyai jalur penyaluran yang jelas menuju bagian bangunan yang mampu menahannya.
Mengapa kusen aluminium atau PVC tidak boleh dianggap sebagai penyangga bata?
Kusen aluminium dan PVC pada umumnya dibuat untuk membentuk dan melengkapi bukaan pintu atau jendela.
Kusen bukan otomatis merupakan balok struktur yang dirancang untuk menahan berat pasangan bata.
Karena itu, apabila di atas kusen masih terdapat pasangan bata, perlu ada struktur yang memang dirancang untuk menahan dan mengalihkan beban tersebut.
Tanpa struktur tersebut, berat bata di atas bukaan dapat memberikan tekanan kepada kusen. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini dapat berisiko menyebabkan kusen berubah bentuk, pintu atau jendela sulit berfungsi dengan baik, atau muncul retakan pada pasangan dinding di sekitar bukaan.
Persoalannya bukan karena kusennya aluminium atau PVC. Perlu diluruskan bahwa persoalan teknisnya bukan semata-mata karena menggunakan kusen aluminium atau PVC.
Yang harus diperhatikan adalah apakah terdapat beban dinding di atas bukaan dan apakah sudah tersedia struktur yang menahan serta mengalihkan beban tersebut.
Jika di atas kusen terdapat pasangan bata setinggi 50, 60, bahkan 100 sentimeter, pasangan tersebut tetap mempunyai berat.
Semakin banyak pasangan bata di atas bukaan, semakin besar pula beban yang harus diperhitungkan.
Lintel beton bertulang merupakan salah satu bentuk konstruksi yang umum digunakan untuk menahan beban di atas bukaan.
Yang menjadi prinsip utama adalah jangan sampai pasangan bata di atas bukaan hanya bertumpu pada kusen yang tidak dirancang sebagai elemen pemikul beban.
Dengan kata lain, yang penting bukan sekadar asal pasang, tetapi harus ada struktur yang secara teknis mampu mengambil beban dari pasangan bata di atas bukaan dan menyalurkannya ke bagian bangunan yang mampu menahan beban tersebut.
Bagaimana jika di atas kusen langsung terdapat ring balok? Kondisinya juga harus dilihat secara teknis.
Misalnya terdapat pasangan bata setinggi 70 sentimeter di antara kusen dan ring balok.
Pasangan bata tersebut tetap memiliki berat.
Harus dilihat bagaimana hubungan antara pasangan bata, bukaan, lintel atau balok latei, kolom praktis, serta struktur bangunan lainnya.
Karena itu, keberadaan ring balok di atas dinding tidak dengan sendirinya dapat menahan beban sehingga lintel tidak diperlukan.
Prinsip sederhananya: beban harus punya jalan, dalam konstruksi terdapat prinsip sederhana yang mudah dipahami:
Setiap beban harus memiliki jalur untuk diteruskan menuju bagian bangunan yang mampu menahannya.
Pada dinding yang memiliki bukaan, jalur tersebut tidak boleh berhenti pada kusen jika kusen memang tidak dirancang untuk menahan beban pasangan bata seperti diding kayu.
Secara sederhana:
Bata di atas bukaan → lintel/balok latei → sisi kiri dan kanan bukaan → struktur bangunan
Inilah yang membedakan antara bukaan yang memiliki sistem penahan beban yang jelas dengan bukaan yang hanya mengandalkan kusen.
*(Budi AF)




















