Republiknews.com,Pasuruan – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda terus diperkuat. Sebanyak 72 anggota Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) Kabupaten Pasuruan resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang digelar di Auditorium Mpu Sindok, Selasa (5/5/2026).
Pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, bersama Kepala BNNK Pasuruan, Masduki.
Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Kabupaten Pasuruan, Moch. Syihabuddin.
Dalam sambutannya, Rusdi menegaskan bahwa peran pemuda sangat krusial dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, generasi muda bukan hanya menjadi kelompok yang rentan terpapar, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai agen perubahan.
“Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba. Ini tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya langkah konkret setelah pelantikan. Para anggota KOPAN diminta tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi segera menyusun program kerja yang berdampak langsung di masyarakat.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah aksi nyata. Koordinasi dan gerakan bersama harus segera dilakukan agar kasus narkoba bisa ditekan,” tegasnya.
Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi itu turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pemberantasan narkoba, termasuk aparat kepolisian dan instansi terkait.
Sementara itu, Moch. Syihabuddin menjelaskan bahwa pembentukan KOPAN merupakan bagian dari gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Mengusung tema “Garda Muda Pasuruan Beraksi dengan Karya, Bersih Tanpa Narkoba”, pihaknya ingin mendorong keterlibatan aktif pemuda di berbagai lini.
“Anggota KOPAN diharapkan menjadi penyuluh sekaligus motor penggerak kampanye anti narkoba, mulai dari lingkungan sekolah hingga masyarakat luas,” jelasnya.
Ke depan, para anggota akan difokuskan pada kegiatan edukasi, sosialisasi, serta pencegahan dini bahaya narkoba di tingkat desa, kecamatan, hingga organisasi kepemudaan.
Dengan pelantikan ini, diharapkan terbentuk jaringan pemuda yang solid dalam mendukung Pasuruan sebagai daerah yang bersih dari narkoba.
(AHF)
















