Example floating
Example floating
1 Mei 2026
Sidoarjo

Strategi Tingkatkan PAD, Sidoarjo Jadi Rujukan Daerah Lain

×

Strategi Tingkatkan PAD, Sidoarjo Jadi Rujukan Daerah Lain

Sebarkan artikel ini
Foto : Bupati Sidoarjo menerima kunjungan kerja Bupati Karangasem di Pendopo Delta Wibawa.
Foto : Bupati Sidoarjo menerima kunjungan kerja Bupati Karangasem di Pendopo Delta Wibawa.

Republiknewscom ,Sidoarjo – Strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjadi perhatian daerah lain. Salah satunya Kabupaten Karangasem yang melakukan kunjungan kerja untuk mempelajari langkah-langkah Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan PAD di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Bupati Sidoarjo Subandi menerima langsung kunjungan kerja Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata di Pendopo Delta Wibawa, Jumat (8/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Subandi didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Sidoarjo Ainur Rahman serta Kepala Diskominfo Kabupaten Sidoarjo Eri Sudewo.

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyampaikan bahwa Kabupaten Sidoarjo dinilai memiliki banyak kemajuan, khususnya dalam kemandirian fiskal, pengelolaan pendapatan daerah, dan pemanfaatan teknologi pemerintahan.

“Sidoarjo ini banyak kemajuannya. Kami ingin belajar langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam meningkatkan pendapatan daerah di tengah adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD),” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi daerah saat ini adalah pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD.

Sementara di Karangasem, belanja pegawai masih mencapai 46 persen sehingga diperlukan strategi dan inovasi untuk meningkatkan kemandirian daerah.
Selain itu, Parwata juga melihat peluang kolaborasi antar daerah, termasuk pengembangan sektor pariwisata sebagai upaya memperkuat perekonomian daerah.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa peningkatan PAD di Sidoarjo tidak hanya mengandalkan kawasan industri, namun juga penguatan sistem digital dan pengawasan berbasis teknologi.

“Untuk meningkatkan PAD selain dari berbagai kawasan industri yang ada di Sidoarjo, kami juga memiliki dashboard untuk mengetahui perkembangan pendapatan setiap triwulan. Dengan sistem non tunai, semua transaksi dapat dipantau sehingga tidak ada celah retribusi yang melanggar,” katanya.

Subandi menambahkan, Pemkab Sidoarjo terus memperkuat kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melakukan efisiensi anggaran. Saat ini, Pemkab Sidoarjo juga tengah mengembangkan sistem data warehouse yang terintegrasi dengan seluruh OPD

.
Menurutnya, sistem tersebut akan mendukung monitoring proyek strategis daerah, tata kelola pemerintahan, pengadaan barang dan jasa, hingga pelayanan publik secara real time melalui dashboard terpadu.

“Upaya ini dilakukan untuk efektivitas dan transparansi tata kelola pemerintahan, sehingga perkembangan pendapatan, pengeluaran, pelayanan publik hingga proyek strategis daerah dapat terus terpantau secara real time,” tambahnya.

Melalui penguatan sistem digital, koordinasi lintas OPD, serta sinergi dengan DPRD dan mitra lainnya, Pemkab Sidoarjo optimistis peningkatan PAD dapat terus dioptimalkan meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

(AHF/Kominfo Sidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *