Republiknews.com, Pasuruan.
Samsul Hidayat menuntaskan kegiatan retret kepemimpinan bagi pimpinan DPRD se-Indonesia yang berlangsung selama lima hari di Magelang, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan karakter kepemimpinan, wawasan kebangsaan hingga sinkronisasi program pembangunan daerah dengan agenda nasional.Selasa,(5/5/2026).
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan itu menilai retret bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana strategis untuk membangun integritas dan meningkatkan kapasitas para pimpinan legislatif dalam menjalankan tugas pemerintahan daerah.
“Retret ini memberikan banyak pembelajaran tentang kepemimpinan, disiplin serta penguatan semangat kebangsaan dalam menjalankan fungsi legislasi,” ujarnya.
Politisi PKB tersebut menjelaskan, selama kegiatan para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya harmonisasi kebijakan daerah dengan program prioritas nasional atau Asta Cita.
Menurutnya, DPRD memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan berjalan selaras dan tepat sasaran.
Ia menyebut terdapat sejumlah poin penting yang menjadi hasil dari retret kepemimpinan tersebut. Di antaranya penguatan sinergi antar pimpinan DPRD seluruh Indonesia, peningkatan wawasan strategis kebangsaan, penguatan kolaborasi legislatif dan eksekutif, serta sinkronisasi regulasi daerah dengan target pembangunan nasional.
Sekembalinya dari Magelang, Samsul menegaskan komitmennya untuk segera mengimplementasikan hasil pembelajaran tersebut di Kabupaten Pasuruan.
Salah satu fokus utama yang akan diperkuat ialah fungsi pengawasan DPRD agar lebih efektif, responsif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin pengawasan dan fungsi legislasi DPRD semakin maksimal serta benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat Kabupaten Pasuruan,” tegasnya.
Melalui penguatan kapasitas kepemimpinan tersebut, DPRD Kabupaten Pasuruan diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif, kolaboratif dan selaras dengan arah pembangunan nasional demi percepatan kesejahteraan masyarakat daerah.
(AHF)














