SIDOARJO , republiknews.com.– Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn di Ruang Delta Wicaksana, Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (18/8/2026).
Pertemuan ini membahas rencana pelantikan pengurus baru sekaligus menyampaikan dukungan organisasi terhadap upaya pemberantasan minuman keras (miras) dan penanggulangan HIV/AIDS di daerah ini.
Perwakilan HMI Cabang Sidoarjo dipimpin Ketua Umum terpilih Ahmad Tirta bersama Sekretaris Sultan Saladin Batubara menyampaikan rencana pelantikan pengurus periode 2026–2027 yang dijadwalkan Jumat, 4 September 2026.
Mereka mengundang Bupati hadir sekaligus memohon fasilitasi penyelenggaraan. Dalam kesempatan itu, HMI secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemkab Sidoarjo dalam memberantas peredaran miras ilegal serta menekan angka penularan HIV/AIDS.
Bupati menyambut baik kedatangan dan siap memfasilitasi pelantikan di Pendopo Delta Wibawa, lengkap dengan tempat, konsumsi, dan penataan panggung.
Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn — menerima audiensi, menyatakan dukungan, serta menegaskan sikap tegas terhadap peredaran miras.
– Ahmad Tirta — Ketua Umum HMI Cabang Sidoarjo terpilih, menyampaikan rencana kegiatan dan komitmen organisasi.
– Sultan Saladin Batubara — Sekretaris HMI Cabang Sidoarjo, turut serta dalam pertemuan.
– Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, jajaran Dinas Kominfo, serta seluruh elemen masyarakat yang menjadi sasaran program pencegahan.
Pertemuan: Ruang Delta Wicaksana, Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Selasa pagi, 18 Agustus 2026.
– Pelantikan direncanakan: Pendopo Delta Wibawa, Jumat, 4 September 2026.
HMI sebagai organisasi mahasiswa tertua dan garda terdepan pembangunan bangsa menyatakan diri menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis Pemkab.
Dukungan ini memperkuat posisi pemerintah dalam menegakkan ketertiban umum dan melindungi generasi muda dari bahaya peredaran miras serta penularan HIV/AIDS.
Bupati menegaskan, tidak ada toleransi terhadap penjualan miras yang menyalahi aturan:
“Sudah tidak ada toleransi. Mau siapa yang di belakangnya, kita bersihkan semua.”
Penindakan dilakukan karena izin yang dimiliki para pelaku hanya berlaku sebagai distributor/subdistributor — bukan penjualan eceran. Pemkab Sidoarjo tidak pernah mengeluarkan izin penjualan langsung kepada konsumen.
Hasil penindakan terus meningkat:
– Sesi pertama: 851 botol diamankan
– Sesi berikutnya: 2.600 botol lagi disita
– Seluruh barang bukti akan dimusnahkan; pemilik telah dipanggil menjalani proses hukum
Masalah kesehatan masyarakat juga menjadi fokus utama. Bupati menargetkan penurunan angka HIV/AIDS secara maksimal sejak melantik Kepala Dinas Kesehatan, dan meminta dukungan HMI untuk sosialisasi serta pengawasan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Teman-teman HMI saya minta support. Mudah-mudahan ini demi keselamatan generasi Sidoarjo,” ucap Bupati.
Ahmad Tirta menegaskan posisi HMI:
“Kami siap berkolaborasi dan membangun Sidoarjo agar lebih baik, lebih aman, dan nyaman.”
HMI juga berencana mengundang Menteri Koperasi Fery Juliantono — yang juga alumni HMI — hadir dalam pelantikan, dan saat ini masih dalam proses komunikasi.
Bupati langsung menawarkan pelantikan dilaksanakan di Pendopo Delta Wibawa yang mampu menampung sekitar 200 orang, lengkap dengan fasilitas panggung, latar belakang acara, serta konsumsi yang ditanggung pemerintah.
“Daripada Anda repot, lebih baik di pendopo saja. Kita siapkan semuanya agar berjalan lancar,” ujar Bupati.
Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan menjadi kunci kemajuan Sidoarjo. Dengan dukungan HMI, upaya pemberantasan miras dan penanggulangan HIV/AIDS diharapkan semakin efektif, tidak hanya berupa penindakan fisik tetapi juga perubahan kesadaran di kalangan generasi muda.
Pelantikan 4 September nanti bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal babak baru kerja sama membangun Sidoarjo yang lebih sehat, aman, dan bermartabat.
(Gung)




















