Sukabumi – republiknews.com – Revitalisasi SD Negeri Bojong 1, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, kian meneguhkan arti penting transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan pendidikan.
Meski progres fisik baru mencapai sekitar 60 persen, pelaksanaan proyek ini dipandang sebagai teladan, berkat sinergi yang terbangun antara pihak sekolah, komite, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut bukan hanya mempercepat jalannya pekerjaan, tetapi juga menciptakan iklim kepercayaan publik bahwa dana revitalisasi benar-benar dikelola dengan penuh tanggung jawab.
Kepala SD Negeri Bojong 1 H. Dudin Komaludin, S.Pd menuturkan, sejak awal pihaknya menempatkan transparansi dan kebutuhan nyata siswa sebagai prioritas utama.
Menurutnya, dana revitalisasi bukan semata untuk mempercantik bangunan, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi mutu pendidikan.
“Setiap tahap penggunaan anggaran kami jalankan secara terbuka, baik kepada komite maupun masyarakat. Prinsip kami sederhana: dana negara harus kembali kepada anak-anak dalam bentuk fasilitas terbaik,” ujarnya dengan tegas.
Hasil pembangunan perlahan mulai terlihat. Deretan ruang kelas baru sudah berdiri dengan dinding kokoh dan atap yang lebih aman, fasilitas sanitasi yang sebelumnya memprihatinkan kini tengah diperbaiki.
Walau belum sepenuhnya selesai, perubahan ini memberi nuansa baru yang dirasakan langsung oleh para siswa. Banyak di antara mereka yang menyampaikan rasa gembira dan tak sabar untuk segera menempati ruang kelas hasil revitalisasi.
Peran komite sekolah menjadi elemen penting yang membedakan revitalisasi di Bojong 1 dengan sekolah lain. Ketua Komite, Yadi, tampil sebagai pelopor di lapangan.
Hampir setiap hari ia turun langsung, mengawasi pengerjaan, memastikan kualitas material, hingga berdialog dengan awak media mengenai seputar. pembangunan.
Bagi Yadi, keterlibatan komite bukan sekadar formalitas, melainkan wujud tanggung jawab moral terhadap amanah publik. “Revitalisasi ini milik kita semua. Kami sebagai komite merasa berkewajiban mengawal agar hasilnya benar-benar bermanfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Keterlibatan komite yang aktif memberi rasa tenang bagi pihak sekolah dan guru. Mereka mengaku terbantu dengan adanya jembatan komunikasi yang terjalin antara pelaksana di lapangan dengan kebutuhan pendidikan.
“Kami merasa lebih yakin karena prosesnya dipantau bersama. Anak-anak pun semakin bersemangat, setiap hari mereka menanyakan kapan bisa belajar di kelas baru. Semangat itu membuat suasana belajar tetap terjaga meski kondisi masih dalam masa pembangunan,” ujar salah seorang guru.
Sementara itu, orang tua murid juga memberikan apresiasi. Menurut mereka, transparansi yang ditunjukkan pihak sekolah dan komite adalah contoh nyata akuntabilitas publik.
Kehadiran ruang-ruang baru dan perbaikan fasilitas bukan hanya menjawab kebutuhan fisik, tetapi juga memberi rasa aman bahwa dana revitalisasi benar-benar dimanfaatkan sesuai sasaran.
“Kami menyaksikan sendiri prosesnya, dari awal hingga kini. Tidak ada yang ditutup-tutupi, semua jelas. Itu yang membuat kami semakin percaya,” tutur seorang wali murid.
Revitalisasi SD Negeri Bojong 1 ditargetkan rampung dalam beberapa bulan mendatang.
Dengan pengelolaan yang penuh tanggung jawab serta sinergi antara sekolah, komite, dan masyarakat, program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan gedung-gedung baru yang lebih layak, tetapi juga meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Lebih jauh, Bojong 1 berpotensi menjadi model bagaimana dana revitalisasi dapat dikelola dengan baik: transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan generasi penerus bangsa.
(Budi/Roy/Dika)



















