10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo Gelar Dialog Kebangsaan, Perkuat Kerukunan di Tengah Polarisasi Ruang Digital

×

Pemkab Sidoarjo Gelar Dialog Kebangsaan, Perkuat Kerukunan di Tengah Polarisasi Ruang Digital

Sebarkan artikel ini
Foto : Pemkab Sidoarjo gelar dialog kebangsaan.
Foto : Pemkab Sidoarjo gelar dialog kebangsaan.

SIDOARJO, republiknews.com .— Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat menggelar Dialog Kebangsaan di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerukunan masyarakat sekaligus mengantisipasi munculnya polarisasi di tengah masyarakat, khususnya akibat penyebaran informasi di ruang digital menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati hadir mewakili Bupati Sidoarjo Subandi. Dalam kesempatan tersebut, Fenny menekankan pentingnya literasi digital serta sikap kritis masyarakat dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar melalui media sosial.

Menurutnya, kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan untuk memilah dan melakukan verifikasi terhadap kebenaran sebuah berita. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

“Kemudahan akses informasi saat ini menuntut kita secara cermat memilah dan memverifikasi kebenaran setiap berita agar tidak mudah terprovokasi. Kekuatan untuk menjaga persatuan berada di tangan kita bersama,” ujar Fenny.

Ia menjelaskan, dinamika yang berkembang di ruang maya tidak jarang berimbas pada kehidupan sosial di dunia nyata. Informasi bohong atau hoaks serta ujaran kebencian dinilai dapat menjadi pemicu polarisasi apabila tidak disikapi secara bijak.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat terhadap hoaks dan ujaran kebencian menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadi penyaring informasi sebelum menyebarkan kembali kepada orang lain.
Sidoarjo sebagai daerah yang berkembang pesat memiliki masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

Keberagaman suku, agama, organisasi, serta berbagai kelompok masyarakat tersebut dinilai merupakan modal sosial yang harus dijaga dan dikelola sebagai kekuatan bersama, bukan justru menjadi sumber perpecahan.

Dalam dialog tersebut, Pemkab Sidoarjo juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan memperkuat kerukunan. Setiap pihak diharapkan menghindari tindakan maupun ucapan yang berpotensi menimbulkan permusuhan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Mari terus merawat toleransi, memperkuat kerukunan, dan menghindari segala tindakan maupun ucapan yang memicu permusuhan di tengah masyarakat,” tambah Fenny.

Dialog Kebangsaan kali ini mengangkat tema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital.” Tema tersebut menegaskan pentingnya semangat persatuan dan kebinekaan di tengah perkembangan teknologi informasi yang membuat arus komunikasi masyarakat semakin cepat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama.

Deklarasi moral tersebut diikuti oleh perwakilan tokoh agama, tokohs masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi hingga media massa.

Melalui komitmen tersebut, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mengambil peran dalam menjaga suasana Kabupaten Sidoarjo agar tetap aman, damai dan kondusif. Kolaborasi lintas elemen dinilai penting untuk memastikan keberagaman menjadi kekuatan dalam memperkokoh persatuan masyarakat.

Pemkab Dorong Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Dialog Kebangsaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berinteraksi di media sosial.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diharapkan membiasakan diri memeriksa sumber berita, memahami konteks informasi, serta tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan konten yang berpotensi menimbulkan konflik.

Dengan penguatan literasi digital, toleransi dan komunikasi antarkelompok, Pemkab Sidoarjo berharap masyarakat dapat menghadapi berbagai potensi polarisasi secara lebih dewasa. Semangat Bhinneka Tunggal Ika pun diharapkan tidak berhenti sebagai semboyan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *