10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo Usulkan Desain Enam Jalur Flyover Gedangan, Antisipasi Kemacetan Hingga 30 Tahun ke Depan

×

Pemkab Sidoarjo Usulkan Desain Enam Jalur Flyover Gedangan, Antisipasi Kemacetan Hingga 30 Tahun ke Depan

Sebarkan artikel ini
Foto : Pemkab Sidoarjo usulkan desain enam jalur Flyover Gedangan.
Foto : Pemkab Sidoarjo usulkan desain enam jalur Flyover Gedangan.

SIDOARJO , republiknews.com.— Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengajukan opsi pembangunan enam jalur di bawah Flyover Gedangan. Langkah ini diambil guna mengakomodasi pertumbuhan arus lalu lintas hingga tiga dekade mendatang, sekaligus menyelaraskan rencana proyek dengan pengembangan jalur kereta api ganda Surabaya–Sidoarjo.

Pembahasan penyesuaian desain tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Delta Wicaksana, Sekretariat Daerah Sidoarjo, pada Selasa (22/9/2026). Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidoarjo Bahrul Amig, dengan melibatkan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V Jawa Timur–Bali, Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Jawa Timur, tim proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL), serta perwakilan PDAM Surabaya yang jalur pipanya terdampak pembangunan.

Solusi Jangka Panjang Tanpa Pembebasan Lahan Berulang
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo, Mahmud, menjelaskan bahwa opsi enam jalur terbagi menjadi tiga jalur ke arah Surabaya–Sidoarjo dan tiga jalur sebaliknya. Jika dipilih konfigurasi ini, titik jenuh kapasitas jalan diperkirakan baru akan tercapai dalam 30 tahun ke depan. Sebaliknya, jika hanya dibangun empat jalur, jalan sudah akan mencapai batas maksimal arus lalu lintas dalam waktu 15 tahun saja.

“Pertimbangannya nanti kemacetannya. Kalau enam jalur itu di titik jenuhnya kita hitungnya 30 tahun. Tapi kalau empat jalur, maka titik jenuhnya nanti di 15 tahun,” ujar Mahmud.

Pemkab juga menegaskan bahwa memilih enam jalur lebih bijak meskipun membutuhkan areal tanah yang lebih luas. Tujuannya agar tidak perlu melakukan pembebasan lahan kembali di masa mendatang — yang dinilai akan jauh lebih sulit dan mahal.

“Mending kita ukur sampai dengan 30 tahun. Jadi jangka panjangnya supaya tidak ada lagi pembebasan lahan kanan kirinya karena pasti lebih sulit ke depannya nanti, mending sekarang daripada dilakukan pembebasannya nanti,” imbuhnya.

Penyelarasan dengan Proyek Kereta Api Jalur Ganda
Salah satu pertimbangan utama adalah rencana PT KAI yang akan membangun jalur ganda kereta api pada 2027. Desain flyover harus disesuaikan agar tidak berbenturan dengan kebutuhan lahan jalur kereta tersebut. Rapat menyepakati perlunya pembicaraan lebih lanjut dengan pihak KAI, karena instansi tersebut belum dapat hadir pada pertemuan kali ini.

Perwakilan Satker P2JN Jawa Timur, Indi Sasongko, menyatakan kesepahaman bersama masih sedang dibangun terkait penggunaan lahan milik KAI. Konfigurasi enam jalur memang lebih ideal secara perhitungan kepadatan lalu lintas, namun membutuhkan lahan yang lebih luas milik perusahaan kereta api. Sementara jika dipilih empat jalur, dampak pada lahan KAI lebih sedikit, namun tidak menjamin kebutuhan jangka panjang.

“Tiga jalur dari arah Surabaya ke Sidoarjo untuk melayani belok kiri ke arah Sedati dan belok kanan ke arah Sukodono serta jalan lurus ke arah Sidoarjo. Opsi pemilihan enam jalur tersebut juga sangat berkaitan dengan perhitungan kepadatan arus lalu lintas untuk 30 tahun mendatang,” paparnya.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *