10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

KISI 2026: Bupati Subandi Tekankan Inovasi Bukan Sekadar Ajang Lomba, Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Sidoarjo

×

KISI 2026: Bupati Subandi Tekankan Inovasi Bukan Sekadar Ajang Lomba, Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
KISI 2026
Bupati Subandi dalam Pembukaan KISI 2026

SIDOARJO, republiknews.com .– Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi membuka Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) tahun 2026 pada Rabu, 16 September 2026, di Pendopo Delta Wibawa.

Mengusung tema “Inovasi Berdampak untuk Sidoarjo Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan”, kegiatan ini diarahkan bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan instrumen strategis untuk menjawab berbagai persoalan daerah sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.

Dalam pembukaan KISI 2026, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa inovasi pemerintahan tidak cukup berhenti sebagai gagasan atau sekadar untuk mengejar penghargaan.

Lebih dari itu, setiap inovasi harus mampu menjawab persoalan nyata dan menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

Bupati Subandi menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih dihadapkan pada beragam persoalan yang membutuhkan penyelesaian konkret.

Meski pertumbuhan ekonomi Sidoarjo pada 2025 mencapai 5,4 persen dan angka kemiskinan berada di 4,40 persen, tantangan seperti tingkat pengangguran, penanganan stunting, serta masalah lingkungan masih memerlukan intervensi yang lebih kuat dan inovatif di lapangan.

“Banyak permasalahan yang perlu kita selesaikan. Objek masalah masih banyak, sehingga kita harus punya inovasi. Ekonomi kita juga masih banyak problem,” ujar Subandi.

KISI 2026 hadir sebagai wadah untuk melahirkan solusi nyata, bukan sekadar pencapaian administratif. Penghargaan yang diberikan diharapkan menjadi pemicu perubahan pola pikir seluruh aparatur agar lebih kreatif dalam memudahkan pelayanan dan mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat.

KISI 2026 menekankan empat pilar utama yang harus dipenuhi setiap inovasi yang diusulkan:

1. Berdampak — memberikan manfaat langsung bagi masyarakat
2. Berorientasi pada hasil dan bukti — terukur dan nyata
3. Mendukung Sidoarjo Maju — melalui modernisasi tata kelola dan peningkatan daya saing
4. Inklusif & Berkelanjutan — membuka partisipasi seluas-luasnya serta dapat terus dikembangkan dan direplikasi

Penguatan gerakan “Satu Perangkat Daerah, Satu Inovasi” terus didorong. Pemkab Sidoarjo juga memperkuat sistem pengelolaan inovasi melalui dashboard inovasi daerah dan platform SETIA (Sistem Riset dan Inovasi Daerah) — sarana pemantauan inovasi mulai dari penjaringan gagasan, uji coba, penerapan, hingga evaluasi dan pelaporan.

Pj. Sekretaris Daerah Mohammad Ainur Rahman menegaskan bahwa KISI bukan sekadar ajang mencari inovasi terbaik, melainkan bagian dari upaya membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan.

“Bukan hanya jumlah inovasinya, tetapi yang paling penting adalah dampaknya,” tegas Ainur.

Kabupaten Sidoarjo sebelumnya telah berhasil mempertahankan predikat sebagai daerah terinovatif di Jawa Timur. KISI 2026 hadir untuk memastikan bahwa capaian tersebut tidak berhenti di penghargaan semata, tetapi benar-benar mengubah pola tata kelola pemerintahan menjadi lebih efektif, efisien, dan bermanfaat langsung bagi seluruh warga Sidoarjo.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *