10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Sidoarjo Jadi Kabupaten Percontohan Proyek InCircular Jatim, Pengelolaan Sampah Plastik Diperkuat

×

Sidoarjo Jadi Kabupaten Percontohan Proyek InCircular Jatim, Pengelolaan Sampah Plastik Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Foto : Kabupaten Sidoarjo menjadi percontohan proyek incircular Jatim
Foto : Kabupaten Sidoarjo menjadi percontohan proyek incircular Jatim

SIDOARJO, republiknews.com .— Kabupaten Sidoarjo terpilih menjadi salah satu daerah percontohan Proyek InCircular di Jawa Timur. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat daerah.

Peluncuran program bertajuk “Dari Daerah, Menuju Masa Depan Ekonomi Sirkular Indonesia” berlangsung di Hotel DoubleTree by Hilton, Kota Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Proyek InCircular merupakan bagian dari upaya mendukung Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia 2025–2045.

Selain Sidoarjo, terdapat empat kabupaten/kota lain di Jawa Timur yang ditetapkan sebagai daerah percontohan, yakni Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Probolinggo.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat regulasi, kapasitas tata kelola, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta pengelolaan sampah di tingkat kabupaten/kota. Khusus di Jawa Timur, fokus material dalam proyek ini diarahkan pada alur material sampah kemasan dan residu.

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan yang harus dibuang. Material yang masih memiliki nilai diupayakan dapat digunakan kembali, didaur ulang, maupun dimanfaatkan secara lebih optimal.

Peluncuran kabupaten/kota percontohan tersebut dihadiri Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ GmbH) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan dukungan pendanaan Pemerintah Jerman melalui Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa terpilihnya Jawa Timur sebagai salah satu provinsi percontohan merupakan bentuk kepercayaan sekaligus peluang strategis untuk memperkuat transformasi menuju pembangunan yang lebih efisien dalam pemanfaatan sumber daya, rendah limbah, dan berkelanjutan.

Menurut Emil, pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan penting di Jawa Timur. Ia menyebut timbulan sampah di Jawa Timur mencapai sekitar 6,5 juta ton per tahun, sementara baru sekitar 25 persen yang terkelola secara optimal.

Persoalan tersebut, lanjut Emil, bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur. Kapasitas kelembagaan, konsistensi pemilahan sampah dari sumber, dukungan pembiayaan, serta keterlibatan masyarakat dan dunia usaha juga menjadi bagian dari tantangan pengelolaan sampah.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi menyambut baik terpilihnya Sidoarjo sebagai salah satu daerah percontohan Proyek InCircular.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkab Sidoarjo dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Subandi menilai pemetaan terhadap keberadaan tempat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk TPS 3R, menjadi bagian penting untuk menentukan langkah pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah plastik dilakukan secara berjenjang, mulai dari bank sampah hingga tempat pengelolaan sampah di tingkat desa maupun kawasan.

“Pengelolaan sampah plastik ini penting. Mulai dari tingkat bank sampah sampai tingkat TPS 3R harus benar-benar kita perkuat dan memiliki komitmen yang besar,” ujar Subandi.

Menurut Subandi, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya.

Kerja sama dengan GIZ dan Pemerintah Jerman melalui Proyek InCircular diharapkan dapat memperkuat sistem yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam upaya mengurangi sampah.

Ia berharap keterlibatan Sidoarjo dalam proyek tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pengelolaan sampah sekaligus memperkuat budaya pemilahan dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

Emil juga menilai kerangka berpikir dari lima kabupaten/kota percontohan perlu dipaparkan agar implementasi InCircular dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing daerah, memperkuat sistem yang telah berjalan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Praktik dan kerangka pengembangan yang nantinya dibawa kepada Kementerian PPN/Bappenas serta GIZ Indonesia–ASEAN diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan direplikasi oleh kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur.

Terpilihnya Sidoarjo sebagai daerah percontohan Proyek InCircular menjadi peluang untuk memperkuat sinergi pengelolaan sampah dan mendorong penerapan ekonomi sirkular secara lebih nyata di tingkat daerah.

Dengan kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga dapat menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *