Sukabumi — republiknews.com — Pemerintah Desa Ciemas akhirnya angkat bicara terkait kerusakan jalan yang baru sepekan selesai diaspal namun sudah kembali rusak.
Menurut klarifikasi yang disampaikan Sekretaris Desa Ciemas, kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian pengerjaan,
melainkan dipicu oleh faktor cuaca dan beban lalu lintas yang tidak sesuai kapasitas jalan desa.
“Kerusakan itu terjadi karena curah hujan yang tinggi secara terus-menerus saat pengaspalan dilakukan, dan setelahnya jalan langsung dilalui kendaraan bertonase besar.
Itu membuat struktur permukaan belum sempat mengikat sempurna,” jelas Sekdes saat ditemui di kantor desa.
Ia juga menambahkan bahwa proyek tersebut telah dilaksanakan sesuai juknis, dan tidak ada unsur kesengajaan dalam hasil yang kurang maksimal tersebut.
Pemerintah desa, kata dia, langsung bertindak cepat begitu mengetahui adanya kerusakan.
“Begitu kami dapat laporan dari warga, kami bersama TPK langsung turun melakukan penanganan cepat. Ini bentuk tanggung jawab kami, bukan pembiaran,” tegasnya.
Penjelasan tersebut juga diperkuat oleh Kasi Pembinaan dan Pengawasan Desa (Binwasdes) Kecamatan Ciemas yang turut memantau langsung proses perbaikan di lapangan.
Menurutnya, perbaikan dilakukan secara tanggap dan melibatkan sejumlah unsur pengawasan di tingkat desa.
“Kami dari kecamatan sudah turun langsung bersama BPD dan LPM untuk memastikan perbaikan dilakukan dengan benar. Jadi ini bukan pembiaran” terang Kasi Binwasdes.
Pemerintah desa juga menyatakan akan terus melakukan evaluasi bersama pihak terkait guna memastikan kualitas jalan tetap terjaga ke depannya.
Mereka berharap masyarakat dapat bersinergi dengan memberikan kritik membangun serta menjaga hasil pembangunan bersama-sama.
(Budi.AF)




















