Sukabumi. RepublikNews.com, Raut lega dan senyum syukur tampak jelas di wajah sejumlah warga Desa Cikarae Toyibah, Kecamatan Cikidang, Selasa pagi (29/7/2025).
Hari itu, bantuan beras dari pemerintah kembali tiba—dan bagi mereka, itu bukan sekadar karung berisi 20 kilogram beras, tapi tanda bahwa negara belum abai pada suara rakyat kecil.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Kalau beli di pasar, sekarang harganya sudah naik terus. Dengan bantuan ini, saya bisa tenang untuk kebutuhan makan keluarga,” tutur Ibu Sari (47), salah satu penerima manfaat di desa tersebut.
Bantuan yang diterima warga berasal dari program Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang dikelola oleh Perum Bulog.
Program ini menyasar keluarga penerima manfaat (KPM) di berbagai wilayah, termasuk di pelosok-pelosok desa seperti Cikarae Toyibah, yang aksesnya tidak selalu mudah.
Warga lain, Pak Ujang (55), mengaku senang karena bantuan kali ini datang tepat waktu, di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.
“Sekarang semua serba mahal. Beras ini bisa cukup untuk dua minggu ke depan. Saya bersyukur karena pemerintah masih peduli,” katanya, sambil mengangkat karung beras ke pundaknya.
Kepala Desa Cikarae Toyibah, dalam keterangannya, turut menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.
“Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kami.
Terutama dalam situasi ekonomi yang belum stabil, program seperti ini menjadi bukti kehadiran negara di tengah rakyat.
Kami dari pemerintah desa juga berkomitmen mengawal distribusinya agar benar-benar sampai ke warga yang berhak,” ujar Kepala Desa Cikarae Toyibah, dengan nada optimis.
Warga juga mengapresiasi proses distribusi yang berjalan tertib dan transparan. Dengan bantuan dari perangkat desa, Babinsa, dan petugas Bulog, pembagian dilakukan langsung di titik-titik yang mudah dijangkau warga, tanpa pungutan atau hambatan berarti.
Program ini merupakan kolaborasi antara Badan Pangan Nasional, Kementerian Sosial, dan Perum Bulog.
Di lapangan, kehadiran beras bukan hanya tentang logistik—tapi juga tentang harapan dan rasa dihargai.
“Beras ini memang tidak menyelesaikan semua persoalan, tapi setidaknya kami tahu pemerintah masih ada untuk kami,” kata Rina (32), ibu dua anak yang ikut antre sejak pagi.
Penyaluran bantuan di Kecamatan Cikidang hari ini berlangsung di beberapa desa. Warga berharap program ini terus berjalan secara berkala, karena bagi mereka, ini bukan hanya sekadar bantuan, tapi juga bentuk kepedulian yang nyata.
(Budi AF)



















