Sukabumi, republiknews.com, Suasana religius menyelimuti Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, saat masyarakat menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah.
Sejak pagi, warga telah memadati berbagai titik kegiatan yang sarat nilai Islami dan kebersamaan.
Kemeriahan dimulai dengan lomba ceramah anak-anak yang menggugah semangat dakwah sejak usia dini.
Disusul lomba adzan yang dikhususkan bagi anggota Linmas (Perlindungan Masyarakat), sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang turut menjaga ketertiban desa.
Menjelang malam, selepas salat Magrib, warga antusias mengikuti pawai obor keliling kampung.
Barisan obor yang menyala menjadi simbol semangat hijrah, cahaya iman, dan solidaritas yang menyatukan.
Setelah pawai obor, acara dilanjutkan dengan pembagian santunan kepada anak-anak yatim yang tersebar di berbagai kedusunan.
Suasana haru dan syukur menyelimuti momen tersebut, ketika puluhan anak menerima bingkisan dan perhatian penuh kasih dari panitia serta masyarakat.
Pembagian santunan ini menjadi inti dari semangat hijrah yang dibawa oleh peringatan 1 Muharram: hijrah menuju kepedulian dan kebersamaan.
Di sela kegiatan, Kepala Desa Pasirsuren, H. Iyan Sunandi, menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam seharusnya tidak hanya menjadi perayaan seremonial semata, melainkan momentum hijrah bagi setiap pribadi.
“Hijrah dari lalai menjadi taat, dari acuh menjadi peduli. Terutama terhadap anak-anak yatim di lingkungan kita yang membutuhkan uluran tangan dan kasih sayang kita bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menyantuni anak yatim sebagai amal utama dalam Islam, seraya mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” sambil beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan keduanya (HR. Bukhari).
“Maka sudah seharusnya kita sebagai umat Islam berlomba-lomba dalam kebaikan ini.
Tidak cukup hanya menunggu program pemerintah, sebab ini adalah tanggung jawab sosial kita bersama,” tambahnya.
Puncak kegiatan ditutup dengan Tablig Akbar, Tausiah yang disampaikan menambah semarak malam 1 Muharram dengan nilai-nilai ruhani yang menggugah dan menenangkan hati.
Masyarakat menyambut kegiatan ini dengan penuh semangat. Banyak yang berharap, tradisi syiar Islam ini tak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya memperkuat akhlak, ukhuwah, dan kepedulian sosial.
(Budi.AF)



















