Sukabumi – republiknews.com
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-43 Desa Cibodas, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, resmi ditutup pada hari kedua Selasa (8/7/2025) dengan rangkaian acara penuh makna dan semangat kebersamaan.
Sebagai klarifikasi, kegiatan santunan bagi anak yatim dan jompo yang sebelumnya dikabarkan berlangsung pada hari pertama, ternyata seluruhnya dilaksanakan di hari kedua.
Adapun pengobatan gratis untuk warga, yang belum sempat diberitakan sebelumnya, merupakan bagian dari kegiatan sosial pada hari pertama.
Berbeda dari hari pertama yang dipenuhi layanan sosial dan hiburan rakyat, hari kedua menonjolkan nuansa budaya dan spiritual masyarakat.
Sejak siang, ruas-ruas jalan desa dipadati warga yang antusias menyaksikan pawai dongdang—tradisi lokal yang menampilkan tandu-tandu hias berisi hasil bumi serta simbol kebudayaan.
Berbagai RT dan RW turut berpartisipasi, menghias dongdang mereka dengan kreativitas tinggi, mengangkat tema seperti pertanian, hingga semangat gotong royong.
Pawai ini bukan sekadar tontonan, melainkan juga menjadi simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan bertambahnya usia desa.
Warga tampak antusias menyambut setiap rombongan yang lewat, mengabadikan momen dengan gembira.
Setelah pawai, acara berlanjut di lapangan utama desa dengan pertunjukan seni dan budaya. Pagelaran ini menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya terbaik mereka dan melestarikan budaya warisan leluhur.
Suasana haru menyelimuti momen ketika panitia menyerahkan santunan kepada 150 anak yatim dan jompo dari berbagai dusun.
Warga menyaksikan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Kepala Desa Cibodas, H. Ibadulloh Muchtar, yang didampingi perangkat desa dan para tokoh masyarakat. Setiap penerima mendapat bantuan tunai sebesar Rp150.000.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan kasih sayang kita kepada generasi muda yang harus kita perhatikan bersama, terlebih mereka yang telah kehilangan orang tua. Anak-anak yatim adalah bagian dari masa depan desa yang perlu kita jaga semangat dan harapannya,” ujar H. Ibadulloh dalam sambutannya.
“Begitu juga dengan para jompo, mereka adalah sesepuh dan bagian dari sejarah panjang Desa Cibodas. Sudah sepantasnya kita menunjukkan rasa hormat dan perhatian kepada mereka, agar di usia senja tetap merasa dihargai dan tidak dilupakan. Semoga santunan ini bisa menjadi penguat ikatan sosial kita sebagai satu keluarga besar desa,” tambahnya.
Puncak penutupan digelar pada malam hari dalam suasana religius melalui Tabligh Akbar. Warga berkumpul di lapangan desa untuk mengikuti tausiyah.
Lantunan salawat dan doa bersama menjadi penutup yang menenangkan, menggambarkan rasa syukur dan harapan baik bagi masa depan desa.
Dalam pernyataan penutupnya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan perayaan dua hari dua malam ini.
“Alhamdulillah, semangat kebersamaan benar-benar terasa. Semoga Desa Cibodas terus maju, religius, dan sejahtera,” ucapnya.
Perayaan HUT ke-43 ini bukan hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen seluruh warga dalam membangun desa yang lebih baik ke depan.
(Budi.AF)




















