Example floating
Example floating
1 Mei 2026
Sukabumi

Bendera One Piece Berkibar Menjelang 17 Agustus: Bukan Berarti Luffy Dianggap Lebih Berjasa dari Soekarno

×

Bendera One Piece Berkibar Menjelang 17 Agustus: Bukan Berarti Luffy Dianggap Lebih Berjasa dari Soekarno

Sebarkan artikel ini

Sukabumi – RepublikNews.com – Menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-80, suasana kampung mulai ramai dengan pemasangan umbul-umbul, bendera merah putih, hingga baleho lomba makan kerupuk.

Namun, tahun ini ada “bintang tamu” baru yang ikut berkibar di tiang-tiang bambu: bendera Bajak Laut Topi Jerami dari anime One Piece.

Ya, benar. Di tengah euforia kemerdekaan, sejumlah pemuda memilih mengibarkan bendera bergambar tengkorak bertopi jerami—bendera kapal Thousand Sunny, bukan KRI Dewaruci.

“Luffy lebih banyak ngajarin arti perjuangan dan setia kawan ketimbang buku sejarah yang isinya hafalan tahun,” ujar Gilang (20), pemuda yang mengibarkan bendera itu di halaman rumahnya sambil mengenakan kaus bertuliskan “Nakama Lebih Penting dari Negara”.

Menurutnya, memasang bendera One Piece adalah bentuk “penghormatan” kepada tokoh yang ia anggap pahlawan sejati: pemuda bersemangat, menentang tirani, dan tidak terlibat korupsi anggaran lomba agustusan.

Namun tidak semua warga sependapat. Seorang ketua RT tampak mengelus dada saat melihat bendera bajak laut berkibar berdampingan dengan Merah Putih.

“Kita ini merdeka bukan karena haki atau gear fifth,” katanya sambil menunjuk ke tiang bendera. “Kalau kayak begini terus, jangan-jangan tahun depan lomba balap karung diganti dengan duel haki raja.”

Fenomena ini merembet ke media sosial. Tagar #NakamaUntukNegeri sempat viral, disusul tagar tandingan #LuffyBukanPahlawanNasional. Sebagian netizen mendukung langkah kreatif anak muda, sebagian lagi merasa perlu adanya “rem edukatif”.

Pakar budaya pop, Didi Zoro (bukan nama asli), menyebut ini sebagai gejala kebingungan identitas sejarah. “Ketika tokoh fiksi lebih relevan dari tokoh proklamator, kita harus bertanya: siapa yang sebenarnya tenggelam? Kapal Going Merry, atau pendidikan karakter kita?”

Pemerintah daerah sendiri belum bersuara, mungkin sedang menimbang apakah perlu mengundang Eiichiro Oda ke Istana untuk menerima tanda jasa.

Sementara itu, lomba panjat pinang tetap jalan seperti biasa. Bedanya, tahun ini ada peserta yang datang dengan topi jerami dan berkata, “Aku akan menjadi Raja… Kampung!”

(Budi AF)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *