10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Razia Bolos Sekolah Digelar, 9 Pelajar Terjaring, Bupati Subandi: Pengawasan Harus Berkelanjutan, Jangan Sampai Anak Salah Pergaulan

×

Razia Bolos Sekolah Digelar, 9 Pelajar Terjaring, Bupati Subandi: Pengawasan Harus Berkelanjutan, Jangan Sampai Anak Salah Pergaulan

Sebarkan artikel ini
Foto : Razia bolos sekolah digelar,9 pelajar terjaring.
Foto : Razia bolos sekolah digelar,9 pelajar terjaring.

SIDOARJO, republiknews.com. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali menindak tegas kebiasaan pelajar yang berkeliaran di jam belajar.

Sebanyak sembilan siswa terjaring dalam operasi gabungan yang digelar Kamis pagi, 20 Agustus 2026, sekaligus menjadi langkah awal pencegahan dini kenakalan remaja di wilayah tersebut.

Satpol PP Sidoarjo bersama Satpol PP Provinsi Jawa Timur melaksanakan razia gabungan menyasar pelajar yang berada di tempat nongkrong saat jam sekolah berlangsung.

Dari penyisiran empat titik rawan, tercatat 9 pelajar kedapatan berada di warung kopi pada jam kegiatan belajar mengajar berlangsung. Seluruh pelajar yang terjaring kemudian didata dan diberikan pembinaan.

Kegiatan ini bukan sekadar penindakan bolos sekolah, melainkan bagian dari upaya luas mengantisipasi peredaran minuman keras, narkoba, serta pergaulan tidak sehat di kalangan generasi muda.

– Pelaksana: 41 personel gabungan — terdiri dari 20 personel Pleton 3, 13 personel Patmor, dan 8 personel Satpol PP Provinsi Jawa Timur.

– Penerima tindakan: 9 pelajar yang kedapatan berada di luar lingkungan sekolah pada jam belajar.

– Penyampaian keterangan: Plt. Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sidoarjo, R. Novianto Koesno Adi Putro.

– Pernyataan kebijakan: Bupati Sidoarjo H. Subandi, yang menegaskan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

– Pihak terkait: Sekolah, orang tua, dan masyarakat luas, yang diajak berperan aktif menjaga anak-anak.

Razia menyasar empat titik lokasi yang disinyalir kerap dijadikan tempat berkumpul pelajar:

– Warkop Gayeng, pertigaan Desa Kemiri
– Warkop di belakang Rusunawa
– Warkop Suli, Siwalanpanji
– Warkop Kapling, Siwalanpanji

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, dimulai pukul 07.30 pagi. Bupati menegaskan bahwa pengawasan semacam ini akan dilakukan secara terus-menerus dan tidak berhenti sekali saja.

– Keberadaan pelajar di tempat nongkrong saat jam sekolah membuka peluang terjadinya kenakalan remaja, pergaulan bebas, hingga paparan zat terlarang seperti minuman keras dan narkoba.
– Persoalan bolos sekolah jika dibiarkan dapat berkembang menjadi masalah yang jauh lebih serius di kemudian hari.
– Pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak saja — sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat harus bergerak bersama.
– Anak-anak adalah aset masa depan; menjaga mereka dari pengaruh buruk adalah tanggung jawab seluruh warga.

“Razia ini untuk mencegah siswa bolos sekaligus mengantisipasi peredaran minuman keras dan narkoba di kalangan pelajar,” ujar R. Novianto Koesno Adi Putro.

– Tim menyisir satu per satu lokasi yang telah dipetakan sebagai titik rawan.
– Pelajar yang terjaring didata identitasnya lalu diberikan pembinaan dan nasihat.
– Tidak ada tindakan kekerasan; kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
– Bupati menggarisbawahi bahwa razia saja tidak cukup:
– Sekolah harus memperketat pengawasan di jam pelajaran;
– Orang tua perlu memperkuat komunikasi dengan sekolah untuk memantau perilaku anak;
– Pendidikan karakter, pembinaan, dan lingkungan pergaulan yang sehat harus diwujudkan secara bersamaan;
– Sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci utama agar anak-anak tumbuh di lingkungan yang positif.

“Jangan sampai anak-anak kita salah pergaulan. Mereka adalah generasi penerus yang harus kita jaga bersama,” tegas Bupati Subandi.

Langkah ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo: kebebasan tidak boleh disalahgunakan, dan masa depan anak-anak harus dijaga dari sekarang. Tidak ada pihak yang bisa berdiri sendiri dalam hal ini — sekolah, orang tua, aparat, hingga warga sekitar harus saling menguatkan.

Razia bukan tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan. Sidoarjo membutuhkan generasi yang cerdas, sehat, dan terjaga — dan itu hanya bisa terwujud jika kita semua turut mengawasi, membimbing, dan melindungi mereka.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *