Magetan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Dinkes Kabupaten Magetan dan Labkesda, serta petugas kesehatan lingkungan Puskesmas melakukan pengawasan dan pemeriksaan takjil di sejumlah pasar tradisional, salah satunya di pasar Plaosan dan Alon-Alon Magetan, Kamis (5/3/2026).
Anik Madyawati, ST, M.AP menjelaskan Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan pangan masyarakat selama Ramadan.
” Kami melakukan uji petik sekaligus memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai pentingnya keamanan pangan, yang bertujuan memperketat pengawasan terhadap penyedia takjil sebagai upaya menjaga kualitas pangan olahan yang beredar” jelas Anik Madyawati , ST, M.AP ( Tim kerja kesehatan lingkungan Dinkes Provinsi).
Dalam sidak tersebut, petugas mengambil puluhan sampel makanan dan minuman yang di curigai memakai bahan yang berbahaya bagi kesehatan, seperti minuman yang warnanya mencolok, bakso, mie, cenil, tahu, es campur dan gorengan untuk diuji cepat menggunakan Sanitarian kit.
” Yang difokuskan dalam pengujian ini adalah mendeteksi kandungan formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow untuk memastikan bahwa bahan kimia tersebut tidak digunakan dalam pembuatan takjil yang dijual” ujar Retnowati Hadirini selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat.
Sampel yang diambil sejumlah 11 sampel, yang akan di periksa di 2 tempat yaitu 6 di Labkesda dan 5 di puskesmas plaosan.
Kegiatan pembinaan dan pengawasan ini juga diikuti oleh 17 Puskesmas di Kabupaten Magetan. Pihak Dinkes juga menghimbau pedagang untuk menjaga kebersihan dan tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang. ( Va )



















