Sukabumi – republiknews.com – Saya ingin menegaskan bahwa ketika saya menulis artikel atau opini, itu bukan karena saya lupa nama dan alamat kalian.
Saya tahu persis siapa yang saya maksud. Juga bukan karena saya takut. Saya paham, setiap pekerjaan ada
konsekuensinya, dan saya siap menanggungnya.
Justru karena saya tidak mau mempermalukan kalian secara langsung. Saya memilih jalur ini, agar kalian bisa membaca, merenung, dan—jika masih ada rasa malu—Perbaiki diri kalian.
Tulisan saya bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk mengingatkan. Kalau kalian merasa jatuh gara-gara tulisan saya, mungkin karena pijakan kalian memang rapuh.
Jangan salahkan saya kalau ternyata kalian berdiri di atas kebiasaan yang salah.
Saya tidak sedang bermain kata, saya sedang menunjukkan cermin. Kalau wajah kalian di sana terlihat buruk, jangan pecahkan kacanya—perbaikilah diri dan permak wajah kalian.
Karena pada akhirnya, siapa pun yang diberi amanah tapi lalai, akan ditelanjangi oleh waktunya sendiri. Tulisan saya hanya mempercepat alarm itu berbunyi.
(Budi AF)




















