SIDOARJO , republiknews.com.— Sebelas orang anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam acara yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (21/10/2026).
Mereka diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Sidoarjo yang berintegritas, berakhlak, unggul, berkarakter, serta berdaya saing global.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rahman, dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan pendidikan di era digital semakin kompleks. Oleh karena itu, peran Dewan Pendidikan sangat dibutuhkan sebagai mitra mandiri pemerintah dalam menangani berbagai persoalan pendidikan di daerah.
“Masalah pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, Dewan Pendidikan, maupun masyarakat. Terutama dibutuhkan kolaborasi pemerintah dengan Dewan Pendidikan,” ujar Ainur.
Pj Sekda menyampaikan dua pesan utama kepada pengurus yang baru saja dikukuhkan. Pertama, membangun komunikasi yang solid dan erat dengan Dinas Pendidikan serta OPD terkait, dan menjauhkan pola kerja ego sektoral. Kedua, membuka telinga luas terhadap isu-isu pendidikan, seperti pemerataan sekolah, kompetensi guru, hingga masalah anak putus sekolah.
“Saya harap Dewan Pendidikan memberikan masukan kepada kami tentang program inovatif yang mampu meningkatkan pendidikan di Sidoarjo serta memperkuat generasi muda dari dampak teknologi,” pesannya.
Berikut susunan lengkap pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2031:
– Ketua: H. Nanang Wahyono, S.T., M.Pd.
– Sekretaris: H. Ali Mashuri, M.Pd.I.
– Bendahara: Dr. Niswatin, S.Pd., M.Pd.
– Anggota: Dr. Joko Siswanto, M.Pd.I., Drs. H. Misbahuddin, M.M., Drs. Qodim, M.Si., Dr. Anita Puji Astutik, S.Ag., M.Pd.I., Budi Rahayu Sri Wulan, S.Pd., M.Pd., Dr. Fajar Rahmat Dwi Miarsa, S.H., M.H., Dr. Ir. Pancanto Kuat Prabowo, M.M.T., dan H. Anas Syamsul Arif, M.Pd.
Saat ini, Kabupaten Sidoarjo memiliki 585 Sekolah Dasar (8.531 guru, 141.578 siswa) dan 192 Sekolah Menengah Pertama (4.203 guru, 76.300 siswa). Angka putus sekolah juga menunjukkan tren positif, turun dari 7.430 anak pada tahun 2024 menjadi 4.305 anak pada tahun 2025.
(AHF/KominfoSidoarjo)




















