10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Sidoarjo Catat Angka Kemiskinan Terendah Se-Jatim, Bupati Subandi Minta Program Semakin Menyentuh Masyarakat

×

Sidoarjo Catat Angka Kemiskinan Terendah Se-Jatim, Bupati Subandi Minta Program Semakin Menyentuh Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Foto : Sidoarjo catat angka kemiskinan terendah se-Jatim, Bupati Subandi minta program semakin menyentuh masyarakat.
Foto : Sidoarjo catat angka kemiskinan terendah se-Jatim, Bupati Subandi minta program semakin menyentuh masyarakat.

SIDOARJO , republiknews.com.— Kabupaten Sidoarjo berhasil mencatat persentase penduduk miskin sebesar 4,38 persen pada Maret 2026, turun dari 4,40 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan Sidoarjo sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah se-Jawa Timur.

Data disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo Bagyo Trilaksono dalam paparannya di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (21/10/2026). Secara urutan kabupaten/kota se-Jawa Timur, Sidoarjo berada di posisi kelima terendah setelah Kota Batu, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Malang. Angka ini juga jauh di bawah rata-rata kemiskinan Jawa Timur yang mencapai 9,06 persen.

Jumlah penduduk miskin Sidoarjo saat ini tercatat 108.460 jiwa, sedikit naik dari 107.570 jiwa pada Maret 2025. Bagyo menjelaskan hal itu diduga terjadi karena laju pertumbuhan penduduk lebih tinggi dibandingkan laju penurunan persentase penduduk miskin.

Dalam kurung waktu 10 tahun, capaian Sidoarjo menunjukkan tren yang menggembirakan. Jumlah penduduk miskin berkurang dari 136.790 jiwa (Maret 2016) menjadi 108.460 jiwa (Maret 2026) — turun 28.330 jiwa. Persentase kemiskinan juga turun dari 6,39 persen menjadi 4,38 persen.

Menanggapi data tersebut, Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH., M.Kn., meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperkuat koordinasi agar program penanggulangan kemiskinan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Program yang sudah menjadi visi dan misi harus benar-benar menyentuh masyarakat. Eksekutif dan legislatif harus bekerja sama untuk menekan angka kemiskinan di Sidoarjo,” ujar Subandi.

Berbagai intervensi akan terus diperkuat, antara lain perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan kursi roda, penyaluran sembako murah, serta program Makan Bergizi Gratis yang dinilai mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Bupati juga mengungkapkan rencana kenaikan gaji PPPK paruh waktu tahun depan, mengingat garis kemiskinan rumah tangga di Sidoarjo saat ini mencapai Rp2.831.074 per bulan.

“Saya berharap kebijakan yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi warga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar,” harapnya.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *