10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

5.286 Pendonor Darah di Sidoarjo Dapat Penghargaan, Bupati Subandi: Jangan Lelah Bantu Sesama

×

5.286 Pendonor Darah di Sidoarjo Dapat Penghargaan, Bupati Subandi: Jangan Lelah Bantu Sesama

Sebarkan artikel ini
Foto : Bupati Sidoarjo,H.Subandi menyerahkan penghargaan kepada pendonor darah di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.
Foto : Bupati Sidoarjo,H.Subandi menyerahkan penghargaan kepada pendonor darah di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.

SIDOARJO , republiknews.com.– Sebanyak ribuan pendonor darah sukarela di Kabupaten Sidoarjo mendapat penghargaan atas dedikasi mereka dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI).

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 5.268 pendonor menerima tanda penghargaan karena telah secara rutin melakukan donor darah mulai dari 10 kali hingga 125 kali. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kepedulian dan konsistensi masyarakat dalam aksi kemanusiaan.

Secara simbolis, penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH, MKn kepada para pendonor dengan jumlah donor terbanyak. Penyerahan berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Sabtu (19/9/2026).

Adapun rincian penerima penghargaan terdiri atas 3.650 orang yang telah melakukan donor darah sebanyak 10 kali, 1.396 orang sebanyak 25 kali, 139 orang sebanyak 50 kali, 50 orang sebanyak 75 kali, 18 orang sebanyak 100 kali, dan 15 orang yang telah mencapai 125 kali donor darah.

Salah satu pendonor yang mendapat perhatian adalah Joko Murdopo, pria berusia 64 tahun yang tercatat telah mendonorkan darah sebanyak 128 kali. Konsistensi tersebut menjadi bagian dari kontribusinya dalam membantu menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Joko mengatakan dirinya masih rutin melakukan donor darah. Setelah memasuki usia 60 tahun, ia melakukan donor sekitar empat bulan sekali, sedangkan ketika masih berusia lebih muda, donor dilakukan sekitar tiga bulan sekali.

“Alhamdulillah saya rutin tiap 4 bulan sekali karena usia sudah 60 tahun ke atas. Kalau dulu saat masih muda ya 3 bulan sekali,” ungkap Joko.

Dalam kesempatan tersebut, pendonor yang telah mencapai 125 kali donor juga memperoleh apresiasi berupa sepeda olahraga. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pendonor yang secara sukarela terus memberikan sumbangsih dalam bidang kemanusiaan.

Bupati Subandi: Donor Darah Sangat Berarti
Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan terima kasih kepada para relawan dan pendonor darah yang selama ini ikut mendukung pelayanan kemanusiaan PMI.

Menurutnya, PMI memiliki peran penting dalam pelayanan kemanusiaan dan medis, termasuk ketika masyarakat menghadapi kondisi kritis akibat bencana maupun kecelakaan.

Ketersediaan darah yang aman dan berkualitas menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh relawan dan pendonor yang telah memberikan sumbangsih kemanusiaan. Donor panjenengan sangat berarti untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan,” ujar Subandi.

Subandi juga mengajak para pendonor untuk tidak berhenti memberikan dukungan kepada PMI. Ia berharap para relawan dan pendonor senantiasa menjaga kesehatan sehingga dapat terus berkontribusi dalam kegiatan donor darah.

“Jangan lelah untuk terus memberikan support dan dukungan. Semoga panjenengan semua selalu sehat sehingga dapat terus mendonorkan darah dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” pesannya.

Menurut Subandi, penghargaan yang diberikan pemerintah maupun PMI tidak semata-mata harus dilihat dari bentuk atau nilai cenderamata yang diterima. Lebih dari itu, penghargaan tersebut merupakan simbol penghormatan terhadap kepedulian masyarakat yang secara sukarela terpanggil membantu sesama.

“Penghargaan ini jangan dipandang dari nilainya. Yang terpenting adalah bagaimana kita masih terpanggil untuk membantu keluarga dan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Kebutuhan Darah Sidoarjo Terus Meningkat

Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Sidoarjo Andjar Surjadianto mengatakan kebutuhan darah di Sidoarjo terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya pelayanan kesehatan.

Dengan jumlah penduduk sekitar 2.215.288 jiwa, kebutuhan darah ideal disebut berada pada kisaran dua persen dari jumlah penduduk atau sekitar 44.300 kantong darah. Namun, realisasi kebutuhan darah tercatat jauh lebih tinggi.

Andjar menyebut kebutuhan darah mencapai sekitar 58 ribu kantong pada 2024 dan sekitar 57.750 kantong pada 2025. Karena itu, partisipasi masyarakat melalui donor darah sukarela menjadi faktor penting dalam membantu memenuhi kebutuhan darah di Sidoarjo.

Ia menjelaskan, donor darah secara rutin dapat dilakukan hingga lima kali dalam setahun atau sekitar dua bulan sekali. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan dan ketentuan medis yang berlaku.

PMI Sidoarjo berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela. Dengan semakin luasnya partisipasi masyarakat, ketersediaan darah yang aman dan berkualitas diharapkan dapat terus terjaga untuk membantu menyelamatkan pasien yang membutuhkan.

“Semoga semakin banyak warga yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela sehingga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas dapat terus terjaga untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo,” tutup Andjar.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *