SIDOARJO, republiknews.com .– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menunjukkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepedulian tersebut diwujudkan melalui doa bersama sekaligus penggalangan donasi bagi para korban bencana.
Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan acara tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan berlangsung di Parkir Timur Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur Sidoarjo, Sabtu (22/8) malam.
Doa bersama menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para peserta diajak mendoakan masyarakat NTT yang sedang menghadapi musibah agar diberikan ketabahan, kekuatan, serta kemudahan dalam menghadapi dampak bencana gempa bumi.
Selain doa bersama, Pemkab Sidoarjo juga membuka penggalangan dana yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo.
Penggalangan donasi dilakukan secara langsung maupun secara daring sehingga masyarakat yang hadir dapat ikut berpartisipasi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Untuk memudahkan masyarakat menyalurkan bantuan, panitia menyediakan layanan donasi melalui QRIS.
Barcode QRIS berukuran besar ditampilkan pada tiga layar panggung sehingga masyarakat dapat melakukan donasi menggunakan gadget masing-masing. Petugas Baznas Sidoarjo juga berkeliling untuk menghimpun bantuan secara langsung dari para peserta.
Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyapa masyarakat sekaligus mengikuti doa bersama untuk mendoakan saudara-saudara di NTT yang tengah mengalami musibah gempa bumi.
Tidak hanya mengajak masyarakat untuk berdonasi, Mimik Idayana juga memberikan contoh nyata dengan menyisihkan sebagian rezekinya.
Wakil Bupati Sidoarjo tersebut memberikan donasi sebesar Rp100 juta melalui Baznas Sidoarjo untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di NTT.
Dalam kesempatan tersebut, Mimik mengajak seluruh masyarakat Sidoarjo untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.
Menurutnya, bantuan dengan jumlah berapa pun tetap memiliki arti bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga ini juga menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ucapnya.
Momentum penggalangan donasi tersebut juga menjadi bagian dari semangat memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Mimik, peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga kesempatan memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
Ia mengajak masyarakat Sidoarjo untuk terus menjaga kerukunan, kebersamaan, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.
“Momentum kemerdekaan ini mari kita jadikan kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan, gotongroyong dan kepedulian terhadap sesama,” ajaknya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat diisi dengan kegiatan yang memiliki nilai sosial dan kemanusiaan.
Di tengah suasana tasyakuran HUT ke-81 RI, masyarakat Sidoarjo diajak untuk tidak hanya menikmati kemeriahan perayaan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat di daerah lain yang sedang menghadapi bencana.
Melalui doa dan donasi, Pemkab Sidoarjo bersama Baznas serta masyarakat berupaya memberikan dukungan moral dan bantuan kepada korban gempa NTT.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Kegiatan doa bersama dan penggalangan donasi ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian, persatuan, dan solidaritas kemanusiaan.
Sidoarjo menunjukkan bahwa semangat gotong royong bukan hanya slogan, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata untuk membantu sesama yang sedang mengalami musibah.
(AHF/KominfoSidoarjo)




















