Example floating
Example floating
Sukabumi

Desa Gunung Tanjung: Transparansi di Tengah Jalan Rusak

×

Desa Gunung Tanjung: Transparansi di Tengah Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini
Desa Gunung Tanjung

Sukabumi – republiknews.com – Saat banyak desa masih berkutat dengan laporan tak jelas dan papan informasi yang hanya formalitas, Desa Gunung Tanjung justru menunjukkan wajah berbeda.

Dugaan adanya markup anggaran yang sempat santer terdengar ternyata hanya sebatas isu. Faktanya, tak ada indikasi penyimpangan yang ditemukan di lapangan.

Tim media yang meninjau langsung pelaksanaan program desa mendapati pelaksanaan yang terbuka dan partisipatif.

Papan informasi proyek benar-benar digunakan sebagaimana mestinya, bukan sekadar hiasan. Kegiatan fisik pun sesuai dengan rencana dan spesifikasi. Semua bisa dilihat dan dicek langsung, bukan hanya cantik di laporan Excel.

“Sempat kami duga akan menemukan kejanggalan umum seperti harga material yang dinaikkan atau pekerja fiktif.

Tapi setelah kami lihat langsung, justru transparansi yang kami temukan,” ujar Roynaldy, salah satu jurnalis yang turun ke lokasi.

Berbagai kegiatan seperti pembangunan jalan usaha tani dilakukan dengan sistem padat karya, melibatkan warga sekitar.

Ini bukan hanya menyerap tenaga lokal, tapi juga membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap program desa.

Namun di tengah kemajuan itu, ironi muncul dari sisi lain. Akses jalan menuju Gunung Tanjung justru sangat memprihatinkan.

Jalan kabupaten yang menjadi jalur utama ke desa itu kini lebih mirip lintasan off-road. Hampir seluruhnya rusak berat, terutama di tanjakan.

Truk pengangkut material harus berjibaku seolah mengikuti balap reli—tanpa penonton dan tanpa hadiah.

Sayangnya, kondisi jalan itu berada di luar kewenangan desa. Itu tanggung jawab pemerintah kabupaten, yang sampai saat ini belum terlihat upayanya.

Entah sedang sibuk apa, yang jelas bukan memperbaiki jalan. Akibatnya, ongkos transportasi naik, waktu tempuh membengkak, dan semangat pembangunan pun diuji oleh buruknya akses.

Kepala Desa Gunung Tanjung pun berkomentar, dengan gaya santai tapi tetap menyindir: “Siapa pun boleh datang untuk memantau. Tapi ya, siapkan kendaraan yang kuat dan niat yang lebih kuat lagi. Karena kondisi jalannya bisa dibilang sudah jadi bagian dari wisata ekstrem.”

Gunung Tanjung memang belum sempurna. Tapi setidaknya mereka sudah melangkah lebih jauh dalam hal transparansi dan keterbukaan.

Ironinya, justru hambatan datang dari atas — dari pihak yang punya wewenang atas jalan, tapi tak kunjung membuat jalan. Maka, perjuangan desa ini bukan hanya membangun ke dalam, tapi juga mendorong perubahan dari luar.

(Dika)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *