Sukabumi – Republiknews.com – Seseorang yang tidak memiliki keterlibatan langsung dalam isu yang dibahas dalam opini tidak memiliki hak untuk meminta apalagi memaksa, penulis mengungkap bukti.
Seorang wartawan Hadi Haryono dari Liris Berita, mempertanyakan tentang bukti dari berita opini yang di tulis Budi. AF dari Republik News. Dia minta melalui tulisannya di media
Budi. AF selaku penulis berita opini tersebut mengungkapkan, “Dalam kasus ini, Hadi tidak memiliki hubungan langsung dengan masalah yang diangkat dalam opini saya, sehingga permintaannya untuk mendapatkan bukti saya abaikan, dan motifnya perlu dipertanyakan.” Ujarnya.
Ada beberapa kemungkinan kenapa dia ngotot meminta informasi tersebut:
Cari Muka atau jadi pahlawan Kesiangan
Bisa jadi dia ingin terlihat sebagai orang yang “paling peduli” atau berusaha membangun citra sebagai wartawan yang kritis, padahal dia sendiri tidak memiliki kepentingan langsung dalam kasus ini.
Mewakili Kepentingan Tertentu:
Ada kemungkinan dia justru memiliki keterkaitan dengan pihak yang diduga terlibat, sehingga mencoba mencari tahu data yang penulis pegang untuk membela pihak tersebut atau menekan penulis
Kurang Memahami Etika Jurnalistik:
Wartawan profesional paham bahwa perlindungan narasumber adalah hak dasar seorang penulis atau jurnalis.
Jika dia memaksa meminta data pada penulis, bisa jadi dia tidak memahami kode etik jurnalistik dengan baik.
Dalam kondisi ini, penulis tidak wajib menjawab pertanyaannya. Jika dia seorang wartawan dan benar-benar ingin mencari fakta, seharusnya dia melakukan investigasi sendiri, bukan meminta data dari tulisan orang lain dengan cara yang memaksa. *Roynaldy



















