Republiknews.com,SIDOARJO – Warga Perumahan Pondok Jati dan Wisma Jati Sari RT 44 RW 06, Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo, mengaku resah dengan kembalinya aktivitas pedagang pedalido yang berjualan di sepanjang Jalan Ponti setiap hari Minggu pagi.
Salah satu warga, Yanto, menyampaikan bahwa sebelumnya warga sudah sempat merasakan ketenangan dan kenyamanan lingkungan saat aktivitas pedagang tidak lagi memenuhi badan jalan. Namun belakangan ini, para pedagang kembali menggelar lapak di ruas jalan tersebut.
“Beberapa waktu lalu kami sudah merasa tenang. Jalan bisa dilalui dengan lancar dan lingkungan lebih tertib. Tapi sekarang pedagang kembali lagi, jalan jadi tertutup,” ujar Yanto kepada awak media, Minggu (26/02/2026).
Menurutnya, keberadaan pedagang yang memanfaatkan badan jalan sebagai tempat berjualan membuat akses keluar-masuk warga menjadi terganggu. Selain itu, kondisi tersebut juga dinilai membahayakan karena kendaraan harus melambat bahkan berhenti akibat padatnya aktivitas di lokasi.
Warga menilai Jalan Ponti merupakan aset fasilitas umum yang seharusnya difungsikan sebagai jalur lalu lintas, bukan sebagai tempat berjualan. Mereka khawatir jika dibiarkan, kondisi ini akan memicu kemacetan dan potensi konflik antar pengguna jalan.
“Ini jalan umum, bukan pasar. Kalau dipakai jualan terus, kami sebagai warga merasa hak kami untuk menggunakan jalan jadi terganggu,” tambahnya.
Pantauan di lapangan, sejumlah pedagang tampak membuka lapak di tepi hingga sebagian badan jalan. Pembeli yang datang juga memarkirkan kendaraan di sembarang tempat sehingga mempersempit akses jalan.
Sebagian warga sebenarnya tidak menolak keberadaan pedagang, karena aktivitas tersebut juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat kecil. Namun mereka berharap ada penataan dan lokasi khusus yang lebih representatif agar tidak mengganggu ketertiban umum.
Warga RT 44 RW 06 Magersari pun berharap pihak kelurahan dan instansi terkait di lingkungan Sidoarjo dapat segera turun tangan untuk melakukan penertiban dan mencarikan solusi terbaik bagi semua pihak.
“Kami hanya ingin ketertiban dan kenyamanan bersama. Silakan berjualan, tapi jangan sampai menutup akses jalan warga,” tegas Yanto.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kelurahan maupun Satpol PP terkait langkah penanganan terhadap aktivitas pedagang pedalido di Jalan Ponti tersebut. Warga berharap ada mediasi dan penataan yang bijak agar ketenangan lingkungan tetap terjaga tanpa mengorbankan mata pencaharian pedagang.
(AHF)




















