10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
10 Agustus 2026. DPRD SIDOARJO
Banner Cukai Rokok Ilegal
Banner Cukai Rokok Ilegal
Sidoarjo

Pasca Dugaan Keracunan, Pemkab Sidoarjo Lakukan Rapid Asesmen & Pendampingan Kesehatan Jiwa 59 Santri Ponpes Mambaul Hikam

×

Pasca Dugaan Keracunan, Pemkab Sidoarjo Lakukan Rapid Asesmen & Pendampingan Kesehatan Jiwa 59 Santri Ponpes Mambaul Hikam

Sebarkan artikel ini
Foto : Pasca dugaan keracunan ,Pemkab Sidoarjo lakukan Rapid Asesmen dan pendampingan kesehatan jiwa 59 santri Ponpes Mambaul Hikam.
Foto : Pasca dugaan keracunan ,Pemkab Sidoarjo lakukan Rapid Asesmen dan pendampingan kesehatan jiwa 59 santri Ponpes Mambaul Hikam.

SIDOARJO, republiknews.com .— Tak sekadar memulihkan kondisi fisik, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini turut memantau dan mendampingi kesehatan jiwa para santri pasca insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin. Langkah ini diambil agar para santri dapat kembali beraktivitas belajar dan beribadah dengan tenang, aman, dan nyaman.

Pada Kamis (3/9/2026), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo bersama tim kesehatan jiwa Puskesmas Tanggulangin dan Puskesmas Jabon melaksanakan rapid asesmen sekaligus pendampingan psikologis bagi 59 santri. Kegiatan ini bertujuan memantau kondisi batin para santri pascainsiden, mendeteksi dini tanda-tanda tekanan atau gangguan psikologis, serta menentukan bentuk dukungan lanjutan yang dibutuhkan.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, MKes, menjelaskan bahwa penanganan tidak hanya berfokus pada kesembuhan fisik, tetapi juga pemulihan perasaan dan pikiran para santri. “Kami ingin memastikan kesehatan jiwa para santri juga mendapatkan perhatian,” ujarnya.

– Pelaksana: Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Tim Kesehatan Jiwa Puskesmas Tanggulangin, Tim Puskesmas Jabon.
– Penerima layanan: 59 santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam yang terdampak peristiwa dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kalitengah.
– Pemimpin arahan: Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, MKes.

– Waktu: Kamis, 3 September 2026
– Lokasi: Dua tempat sekaligus, agar jangkauan menyeluruh:
– Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin — tempat kegiatan belajar santri
– Balongdowo, Kecamatan Candi — tempat tinggal santri

Pemisahan lokasi ini dilakukan karena Pondok Pesantren Mambaul Hikam memiliki dua lingkungan yang saling berkaitan, sehingga pendampingan dilakukan di kedua tempat agar tidak ada santri yang terlewat.

Peristiwa di mana ratusan santri jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit merupakan pengalaman yang mendalam dan berpotensi menimbulkan kegelisahan, ketakutan, maupun trauma. Tanpa penanganan psikologis, dampaknya bisa berlanjut: santri menjadi cemas, tidak tenang belajar, atau kehilangan rasa aman di lingkungan pesantren.

Oleh karena itu, Pemkab Sidoarjo memandang perlu bertindak cepat dan menyeluruh — bukan hanya mengobati tubuh yang sakit, melainkan juga menenangkan hati yang gelisah. Pendekatan yang dipilih bersifat humanis: santri diberi ruang untuk bercerita, menyampaikan apa yang dirasakan, dan didengarkan tanpa dihakimi.

– Pendekatan: Santri didampingi dengan cara yang hangat dan pengertian, bukan pemeriksaan kaku. Mereka didorong menyampaikan perasaan pascainsiden.
– Hasil asesmen: Menjadi dasar untuk memutuskan santri mana yang cukup dengan pendampingan biasa, dan mana yang memerlukan perhatian lebih mendalam atau penanganan khusus.
– Tujuan akhir: Memulihkan rasa aman, mengembalikan ketenangan, sehingga para santri dapat kembali melaksanakan kegiatan pendidikan dan keagamaan seperti sedia kala.

“Anak-anak perlu mendapatkan rasa aman dan dukungan setelah mengalami situasi seperti ini,” tegas dr. Lakhsmie. “Jika ditemukan santri yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, tentu akan dilakukan penanganan sesuai kebutuhannya.”

Kesehatan yang utuh adalah keselarasan antara tubuh yang sehat dan jiwa yang tenang. Pemkab Sidoarjo menunjukkan kepedulian tak berhenti saat santri pulang dari rumah sakit. Langkah rapid asesmen dan pendampingan ini adalah bukti bahwa pemulihan menyeluruh harus mencakup perasaan dan ketenangan batin.

Semoga para santri segera pulih sepenuhnya — tubuh yang kembali kuat, hati yang kembali tenang, dan semangat menuntut ilmu yang kembali menyala terang.

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *