Example floating
Example floating
Kota Bitung

‎”Monumen Trikora Bitung”  Destinasi  Wisata dan Monumen Sejarah Yang Terbengkalai di Timur Indonesia

×

‎”Monumen Trikora Bitung”  Destinasi  Wisata dan Monumen Sejarah Yang Terbengkalai di Timur Indonesia

Sebarkan artikel ini

Republiknews.com. Bitung- Kota Bitung yang dikenal mempunyai Destinasi wisata alam yang luar biasa elok, ternyata juga mempunyai Destinasi wisata sejarah yang tidak kalah menarik, yaitu Monumen Trikora.

Monumen Trikora adalah Monumen yang dibangun untuk mengenang para pahlawan dalam Pertempuran melawan Belanda dalam pembebasan Irian Barat pada jaman Presiden Sukarno.

‎Hal ini tidak lepas dari nama besar, Yos Sudarso yang gugur dalam pertempuran laut di Laut Arafura pada tanggal 15 Januari 1962, bersama 72 awak kapal lainnya.

Keberanian dan pengorbanannya dalam Operasi Trikora membuatnya dijuluki sebagai Pahlawan Trikora. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tanggal 9 November 1964.

‎Atas keberanian dan perjuangan bersama rekan – rekannya, sebagai bukti sejarah dan untuk mengenakan jasa – jasanya dibangunlah Monumen Trikora di  pulau Lembe.

‎Namun yang sangat memprihatinkan, monumen Trikora yang ada di Kota Bitung tepatnya di pulau Lembeh, Sulawesi Utara nampak tidak terawat sama sekali.

‎Hal ini terbukti dari pantauan langsung saat, tim media menelusuri keberadaan monumen bersejarah tersebut.

‎Bangunan monumen nampak kusam tak terurus tanpa perawatan, terlihat beton monumen mulai keropos bergelantungan   sangat membahayakan pengunjung atau pun warga yang datang ke lokasi.

‎Nampak juga Pesawat terbang tua yang di jadikan bukti sejarah, juga terlihat kotor dan penuh coretan dari oknum yang tidak bertanggung jawab, serta sampah yang berserakan didalam kabin, Pesawat perang  yang sengaja dibuat untuk melengkapi monumen Trikora terlihat mulai keropos bagian bawahnya.

‎Dulunya menurut warga setempat, sekitar monumen, terdapat sebuah taman yang indah dan sebuah museum yang menyimpan berbagai artefak dan relief  sebagai bukti sejarah Trikora. Dan  Monumen ini dulunya menjadi salah satu objek wisata sejarah yang populer di Kota Bitung  Sulawesi Utara.

‎Salah satu warga Pulau Lembeh yang identitasnya enggan untuk dipublikasikan berujar, ” dulu tempat ini sering dijadikan tempat berlibur banyak juga orang luar daerah datang kemari, namun sekarang orang enggan untuk datang mungkin karena sudah tidak ada perawatan lagi dari pihak terkait” ujarnya

‎Namun seiring waktu bangunan bernilai sejarah tersebut, seakan tidak dipedulikan oleh pemerintah setempat, terutama Dinas terkait.

‎Hal senada juga disampaikan  wisatawan domistik yang mengaku asal Jakarta Bapak Wicaksono bersama rekan- rekan dan keluarganya, kebetulan berpapasan Tim Media Republiknews saat explore lokasi pada akhir Desember 2025, merasa prihatin dengan keadaan monumen Trikora tersebut.

‎Saat diajak berbincang ringan terkait kesan dan keadaan Trikora sekarang  Wicaksono merasa sangat prihatin, dengan tidak ada perawatan di Monumen bersejarah tersebut.

‎” Dulu saya pernah kemari mungkin sekitar Tahun 1998 , kondisi bagus dan terawat asik buat liburan keluarga, pemandangan yang kompleks, bisa melihat laut, kota Bitung dan gunung yang menjulang, tapi sekarang gak nyaman takut beton bangunan yang bergelantungan jatuh, bahaya deh, ujarnya.

‎Tidak lama rombongan wisatawan domistik tersebut, meninggalkan lokasi Trikora yang dinilai membahayakan dan katanya ingin ke lokasi wisata batu hangus.

‎Terlihat rombongan wisatawan domistik tersebut melanjutkan perjalan menggunakan taksi laut ( kapal kecil ) yang disewa dari dermaga ruko Pateten, untuk melanjutkan perjalanannya.

‎Diyakini kondisi Monumen Trikora yang mempunyai nilai sejarah tentang keberanian para pahlawan yang gugur membela tanah air tersebut  akan semakin parah dan rusak,
‎ bila tidak segera ada perawatan dan perhatian serius dari khususnya Dinas Pariwisata Kota Bitung dan Dinas terkait lainnya.( Suryo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *