Republiknews.com,Sidoarjo – Warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, digemparkan dengan kabar meninggalnya kepala desa setempat yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kantor balai desa pada Minggu (3/5/2026).
Peristiwa tersebut sontak menimbulkan duka mendalam sekaligus tanda tanya di kalangan masyarakat. Pasalnya, kepala desa yang dikenal aktif itu sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.
Kapolsek Sedati, Iptu Masyita Dian Sugianto, SH., MH., saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Benar, telah ditemukan seorang kepala desa dalam kondisi meninggal dunia di balai desa. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian,” jelasnya.
Petugas kepolisian bersama tim identifikasi dari Polresta Sidoarjo segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi juga telah dimintai keterangan guna mengungkap kronologi kejadian secara utuh.
Dari informasi yang beredar di masyarakat, sempat muncul dugaan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri. Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa dugaan tersebut masih belum dapat dipastikan kebenarannya.
Salah satu warga setempat, Suwarno, mengaku terkejut saat mendengar kabar tersebut. Ia menyebut informasi pertama kali diterimanya dari keluarga korban.
“Kami semua kaget. Tadi dapat kabar dari keluarga dekatnya. Katanya ada dugaan bunuh diri, tapi belum jelas juga. Kami berharap semuanya bisa segera terang,” ungkapnya.
Hingga saat ini, jenazah korban telah dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian secara medis. Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Tunggu hasil resmi dari penyelidikan kepolisian,” tegas Kapolsek.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat posisi korban sebagai pemimpin desa yang memiliki peran penting dalam pelayanan dan pembangunan masyarakat.
Sementara itu, suasana di Desa Buncitan terlihat dipenuhi warga yang datang untuk memastikan kabar sekaligus menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Warga berharap penyebab kejadian ini segera terungkap agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
(AHF)




















