Example floating
Example floating
1 Mei 2026
Sidoarjo

Jelang Ramadan, Bupati Sidoarjo Ajak Jaga Stabilitas dan Saling Toleransi

×

Jelang Ramadan, Bupati Sidoarjo Ajak Jaga Stabilitas dan Saling Toleransi

Sebarkan artikel ini
Foto : Jelang Ramadhan,Bupati Sidoarjo mengajak jaga stabilitas dan saling toleransi.

Republiknews.com,Sidoarjo, 9 Februari 2026.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Bupati Sidoarjo H. Subandi mengajak
semua pihak untuk menjaga stabilitas daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam
Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Daerah yang digelar di
Fave Hotel Sidoarjo, Senin (9/2/2026), bersama pimpinan DPRD, Kepala Dinas
Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo Fredik Suharto, Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816
Sidoarjo, jajaran Forkopimda, serta organisasi keagamaan.

Dalam sambutannya, Subandi mengajak semuanya menjaga stabilitas politik,
keamanan, dan kenyamanan dalam menyambut bulan suci Ramadan. Ia menegaskan
bahwa perbedaan jumlah rakaat tarawih tidak perlu diperdebatkan, yang terpenting
adalah saling menghormati dan tetap berkoordinasi di wilayah masing-masing.

Subandi juga memberikan arahan kepada jajaran OPD, khususnya Satpol PP, untuk
aktif melakukan pemantauan ketertiban umum selama Ramadan serta memperhatikan
aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Ia menyampaikan bahwa PKL makanan terkadang
masih berjualan pada siang hari, sehingga perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat
saling menghormati selama bulan puasa. Ia menambahkan bahwa PKL tetap perlu
ditoleransi dengan baik, namun jangan sampai mengganggu.

Selain itu, Subandi meminta Dinas Pendidikan agar lebih tegas mengawasi kegiatan
sekolah, termasuk outing class yang dinilai tidak sesuai arahan. Ia menyampaikan
bahwa outing class sebaiknya cukup dilakukan di wilayah Kabupaten Sidoarjo atau
sekitarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya masih ditemukan kegiatan
yang ditutupi dan tidak transparan, sehingga kepala sekolah harus memberikan contoh
yang baik.

Ia turut menyoroti salah satu kebiasaan masyarakat yang perlu diperhatikan, yakni
kegiatan pengajian malam hari yang terkadang berlangsung hingga larut. Menurutnya,
perlu ada kesepakatan bersama terkait batas waktu kegiatan agar tidak mengganggu
waktu istirahat warga. Ia menyebutkan bahwa pengajian biasanya berlangsung hingga
pukul 12 malam, sehingga perlu disepakati sampai jam berapa kegiatan tersebut dapat
dilakukan. Ia menegaskan bahwa intinya tetap mengikuti kesepakatan bersama
dengan catatan tidak mengganggu aktivitas warga, terutama waktu istirahat, dan hal
tersebut nantinya akan dibuatkan Surat Edaran (SE) sebagai pedoman penyesuaian
kegiatan selama Ramadan.

Selain itu, Subandi juga menyinggung tradisi takbiran menjelang Idulfitri yang selama
ini dilakukan dengan cara berkeliling. Ia menyampaikan bahwa takbiran keliling
diperbolehkan atau tidak nantinya akan dirundingkan kembali. Jika tidak
diperbolehkan, maka takbiran cukup dilakukan di lingkungan masing-masing atau di
lingkungan sekolah.

Meski demikian, Subandi menegaskan bahwa dirinya tidak ingin tradisi dan kearifan
lokal yang sudah mengakar justru ditinggalkan. Ia menyampaikan bahwa kearifan lokal
tidak boleh ditinggalkan, termasuk takbiran anak-anak dengan obor yang tetap perlu
dibiarkan berjalan agar suasana menyambut lebaran tetap semarak dan berjalan
dengan baik.

 

(AHF/KominfoSidoarjo)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *