SIDOARJO,republiknews.com.— Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan Provinsi Jawa Timur. Upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, penguatan investasi daerah, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Alun-Alun Sidoarjo, Senin (12/10/2026).
Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tahun ini mengusung tema “Jatim Unggul Maju Berkelanjutan”.
Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan Ekonomi Sidoarjo Lampaui Jawa Timur
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subandi menyampaikan bahwa Kabupaten Sidoarjo memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 5,63 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang tercatat sebesar 5,33 persen pada periode yang sama.
Capaian itu juga menunjukkan peningkatan dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sidoarjo pada 2024 yang mencapai 5,54 persen.
“Pesatnya pembangunan di Jawa Timur turut didukung oleh kontribusi Kabupaten Sidoarjo. Di antaranya melalui pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata Subandi.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan pembangunan sekaligus menggambarkan aktivitas perekonomian masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah perlu terus mendorong berbagai sektor ekonomi agar mampu berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Investasi Semester I 2026 Capai Rp7,77 Triliun
Selain pertumbuhan ekonomi, Pemkab Sidoarjo juga terus mendorong peningkatan investasi untuk memperkuat perekonomian daerah.
Bupati Subandi menyampaikan bahwa realisasi investasi Kabupaten Sidoarjo pada semester pertama 2026 mencapai Rp7,77 triliun dari target tahunan sebesar Rp15,7 triliun.
Investasi tersebut turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada periode yang sama, sebanyak 8.485 orang tercatat terserap dalam kegiatan ekonomi yang didukung oleh investasi tersebut.
Capaian ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membuka kesempatan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif.
Peningkatan investasi diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan dunia usaha, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.
Pemerintah daerah juga perlu menjaga iklim investasi agar tetap kondusif sehingga para pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan ekonominya dengan baik.
Pelayanan Publik Menjadi Perhatian Pemerintah
Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan investasi, Pemkab Sidoarjo juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
Bupati Subandi menegaskan bahwa masyarakat perlu mendapatkan pelayanan pemerintahan yang semakin cepat, transparan, dan efisien.
“Kami harapkan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang semakin baik,” tegasnya.
Peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat ketika mengakses berbagai layanan administrasi maupun pelayanan pemerintahan lainnya.
Pelayanan yang baik juga membutuhkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai kebijakan, program, serta pelayanan yang diselenggarakan pemerintah.
Lima Desa Informatif Terima Penghargaan
Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tersebut, Pemkab Sidoarjo juga memberikan penghargaan kepada lima desa yang dinilai memiliki komitmen dalam keterbukaan informasi publik.
Kelima desa penerima penghargaan tersebut adalah Desa Sugihwaras, Desa Larangan, Desa Simoangin-angin, Desa Kendalpecabean, dan Desa Kwangsan.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah desa dalam meningkatkan pengelolaan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Keterbukaan informasi di tingkat desa dinilai penting agar masyarakat lebih mudah memperoleh informasi mengenai program pembangunan, kebijakan pemerintah desa, serta berbagai bentuk pelayanan yang tersedia.
Dengan pengelolaan informasi yang baik, masyarakat diharapkan dapat mengetahui perkembangan pembangunan di wilayahnya sekaligus berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan program pemerintah.
Bupati Subandi menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Upaya tersebut diharapkan dapat terus diperkuat, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga pemerintahan desa.
Momentum Memperkuat Sinergi Pembangunan
Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum bagi Kabupaten Sidoarjo untuk terus memperkuat perannya dalam pembangunan daerah.
Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,63 persen pada 2025, realisasi investasi sebesar Rp7,77 triliun pada semester pertama 2026, serta penyerapan tenaga kerja sebanyak 8.485 orang menjadi sejumlah capaian yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Di sisi lain, peningkatan pelayanan publik dan keterbukaan informasi tetap menjadi perhatian agar hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus terjaga demi mendukung kemajuan Jawa Timur.
“Mari kita jadikan semangat untuk terus berkarya, memperkuat sinergi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Sidoarjo dan Jawa Timur di Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini,” seru Subandi.
Melalui momentum peringatan tersebut, Sidoarjo diharapkan terus berkembang sebagai daerah yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
(AHF/KominfoSidoarjo)




















