LHOKSEUMAWE —Republilnews.com– Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Timur, Ny. Erni Handayani T. Zainal Abidin, S.Keb., secara resmi menghadiri pembukaan Festival Meurah Silu 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe.
Acara berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dan akan berjalan selama dua hari hingga Minggu, 1 November 2026, di kawasan Kota Lhokseumawe. Festival tahunan kali ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi perekonomian daerah saat ini, yaitu “Merajut Kolaborasi, Bangkit Bersama, Meningkatkan Perekonomian Daerah.”
Kehadiran Ny. Erni Handayani dalam kegiatan ini menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, melalui Dekranasda, untuk terus mendorong dan memfasilitasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin percaya diri menampilkan karya terbaik mereka di panggung yang lebih luas.
Partisipasi aktif ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga keuangan dalam hal ini Bank Indonesia, untuk bersama-sama membangkitkan dan menguatkan roda perekonomian di wilayah pesisir timur Aceh.
Dalam festival bergengsi ini, Dekranasda Aceh Timur turut ambil bagian melalui dua pilar kegiatan utama. Pertama, mengirimkan delegasi terbaik untuk mengikuti Aceh Modest Fashion Design Competition, sebuah ajang kreativitas yang dirancang khusus untuk menggali potensi desainer muda dalam mengangkat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal ke dalam busana modern.
Kedua, membuka stan pameran khusus yang menampilkan beragam produk unggulan kerajinan tangan, kain tenun, hasil olahan kreatif, serta produk-produk khas yang dibuat oleh para pelaku usaha binaan Dekranasda Aceh Timur.
Ny. Erni Handayani menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Festival Meurah Silu bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan sebuah langkah strategis untuk membuka akses pasar yang lebih besar bagi produk-produk lokal Aceh Timur.
“Kehadiran kita di sini adalah membuka pintu peluang yang lebih lebar. Melalui pameran ini, produk kerajinan, tenun, dan hasil karya anak bangsa dari Aceh Timur tidak hanya dilihat oleh masyarakat sekitar, tetapi juga oleh pengunjung dari berbagai daerah, calon pembeli, hingga mitra bisnis.
Semakin banyak yang mengenal, semakin besar peluang produk kita diterima di pasar yang lebih luas,” ungkap Ny. Erni Handayani di sela kunjungannya ke stan pameran.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas karya masyarakat Aceh Timur tidak kalah dibandingkan produk dari daerah lain. Hanya saja, yang masih perlu terus dibangun adalah jaringan pemasaran dan kepercayaan pasar. Oleh karena itu, kegiatan seperti Festival Meurah Silu menjadi jembatan yang sangat berharga untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Kompetisi desain busana yang diikuti juga menjadi bukti bahwa budaya wastra Aceh tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Melalui sentuhan kreativitas dan inovasi para desainer muda, motif dan kain tradisional dapat dihadirkan dalam bentuk yang lebih modern, sehingga diminati tidak hanya oleh generasi tua, tetapi juga kalangan anak muda. Inilah cara kita melestarikan sekaligus menghidupkan kembali nilai ekonomi warisan leluhur.
Selain aspek promosi dan pameran, festival ini juga mendorong pelaku UMKM untuk beralih dan memanfaatkan pembayaran digital melalui kode QRIS. Langkah ini sangat penting agar transaksi jual beli lebih praktis, aman, dan tercatat dengan rapi, yang pada akhirnya membantu pelaku usaha dalam mengelola keuangan bisnis mereka dengan lebih baik.
Bank Indonesia juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai literasi ekonomi dan keuangan syariah, mendukung upaya pengendalian inflasi daerah, serta memperkenalkan beragam potensi pariwisata, seni, dan budaya yang dimiliki oleh masing-masing kabupaten dan kota di Aceh.
“Kami berharap ke depannya, semakin banyak produk unggulan Aceh Timur yang bisa tembus ke pasar nasional, bahkan pasar internasional. Kuncinya ada pada kualitas, inovasi, dan kolaborasi.
Dekranasda akan terus berdiri di belakang para pelaku UMKM, memfasilitasi, membimbing, dan memberikan ruang agar karya anak daerah semakin dikenal dan membanggakan,” tambahnya dengan penuh semangat.
Dengan berakhirnya partisipasi dalam Festival Meurah Silu 2026 ini, diharapkan jaringan kemitraan yang telah terjalin semakin erat, transaksi ekonomi semakin meningkat, dan semangat para pelaku UMKM Aceh Timur semakin berkobar untuk terus berkarya dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika perekonomian yang terus berubah.
(USMAN)




















