Ruang Iklan
Sidoarjo

Candi Pari, Warisan Majapahit di Sidoarjo yang Sarat Sejarah, Warga Berharap Menjadi Destinasi Wisata Unggulan

×

Candi Pari, Warisan Majapahit di Sidoarjo yang Sarat Sejarah, Warga Berharap Menjadi Destinasi Wisata Unggulan

Sebarkan artikel ini
Foto :'Candi Pari warisan Majapahit di Kabupaten Sidoarjo.
Foto :'Candi Pari warisan Majapahit di Kabupaten Sidoarjo.

Republiknews.com,SIDOARJO – Berdiri kokoh di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Candi Pari menjadi salah satu situs cagar budaya peninggalan Kerajaan Majapahit yang hingga kini masih terawat dan menjadi saksi kejayaan Nusantara.

Dibangun pada 1371 Masehi atau 1293 Saka pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk, candi berbahan bata merah ini tidak hanya memiliki nilai sejarah tinggi, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi di Kabupaten Sidoarjo.

Keberadaan Candi Pari yang berjarak sekitar dua kilometer di sebelah barat laut pusat semburan Lumpur Lapindo menjadikannya salah satu tujuan wisata sejarah yang mudah dijangkau masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.

Dengan harga tiket masuk yang relatif terjangkau, pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur khas Majapahit sekaligus mempelajari sejarah kerajaan besar yang pernah berjaya di Nusantara.

Menurut informasi dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur yang berkantor di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Candi Pari merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki karakter arsitektur berbeda dibandingkan candi-candi lain di Jawa Timur.

Keunikan tersebut terlihat pada bentuk atap dan gerbang candi yang mendapat pengaruh arsitektur Kerajaan Khmer (Kamboja) dan Kerajaan Champa (Vietnam). Perpaduan budaya tersebut menjadi bukti adanya hubungan budaya dan perdagangan antarkerajaan di kawasan Asia Tenggara pada masa lampau.

Selain memiliki nilai arsitektur, Candi Pari juga diyakini berfungsi sebagai tempat pemujaan atau tempat ibadah umat Hindu pada masa Kerajaan Majapahit.

Di kalangan masyarakat setempat juga berkembang legenda tentang Joko Pandelegan dan Dewi Walang Angin, yang konon berkaitan dengan asal-usul berdirinya Candi Pari.

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur terus melakukan upaya pelestarian terhadap bangunan cagar budaya tersebut melalui perawatan berkala, penelitian, serta edukasi kepada masyarakat agar nilai sejarahnya tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Salah seorang warga Desa Candi Pari, Semin, mengatakan keberadaan Candi Pari menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memiliki potensi besar dalam meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian warga.

“Candi Pari adalah warisan sejarah yang harus kita jaga bersama. Kami berharap pemerintah terus mengembangkan kawasan wisata ini agar semakin dikenal masyarakat luas. Kalau wisatawan semakin banyak datang, tentu akan berdampak positif bagi UMKM dan ekonomi warga sekitar,” ujar Semin.

Menurutnya, kawasan wisata Candi Pari masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui penambahan fasilitas penunjang, promosi digital, penyelenggaraan kegiatan budaya, hingga pemberdayaan pelaku UMKM lokal agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih lengkap saat berkunjung.

Selain menjadi tempat wisata sejarah, kawasan sekitar Candi Pari juga mulai berkembang sebagai sentra ekonomi kreatif dengan hadirnya berbagai pelaku UMKM yang memproduksi makanan khas, kerajinan tangan, dan berbagai produk lokal lainnya.

Pemerintah bersama Balai Pelestarian Kebudayaan diharapkan terus bersinergi dalam menjaga kelestarian situs bersejarah tersebut sekaligus mengembangkan potensi wisata budaya yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar tanpa mengurangi nilai historisnya.

Dengan usia yang telah mencapai lebih dari enam abad, Candi Pari tidak hanya menjadi simbol kejayaan Kerajaan Majapahit, tetapi juga menjadi aset budaya Kabupaten Sidoarjo yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan ekonomi.

Keberadaan situs ini diharapkan terus menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

 

(AHF)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *